APARAT Satpol PP Ka­puas menertibkan­ baliho dan papan reklame, Sabtu (20/2/2016).


Ditertibkan karena tidak ber­izin dan tidak membayar pajak. Selain itu dipasang di tem­pat yang tidak dibolehkan­ dan bisa membahayakan pe­ngendara.


Banyaknya baleho dan rek­lame ilegal ini memperlihat­kan para pelaku usaha di Ko­ta Air ini kurang sadar ter­hadap kewajibibannya mem­bayar pajak.


Selain itu aksi nekad mere­ka­ memasang balihe dan rek­lame itu kurang memper­hatikan faktor keamanan, ke­nyamanan, keindahan, dan estetika wajah kota. Jadi wa­jar jika Satpol PP menertib­kannya.


“Kami terpaksa menertib­kan­ baliho dibeberapa ruas seperti di Jalan Patih Rumbih, Ja­lan Seroja, Jalan Tjilik Ri­wut­, Jalan Barito, Jalan Ma­ha­kam, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Sudirman,” sebut ke­pala Satpol PP Kapuas, Yunabut, Minggu (22/2).


Dikatakan, penertiban ini dilakukan demi keselamatan pe­ngendara yang lalu lalang­ di sekitar baleho dan span­duk­. Selain itu untuk membe­ri­ efek jera bagi wajib pajak yang kurang taat.


“Penertiban harus dan wa­jib dilakukan demi keindah­an daan estetika kota,” tegas­nya.


Terpisah, Sekretaris LSM Tam­bung Bungai Simpei Ilon men­dukung upaya penertib­an­ yang dilakukan Satpol PP. Selain untuk memberikan pembelajaran juga untuk memberi teguran tegas bagi wa­jib pajak nakal.


“Penertiban dengan cara te­gas seperti itu memang harus didukung oleh semua komponen masyarakat agar Kapuas menjadi kota yang Aman In­dah dan Ramah (AIR),” ujarnya.


Simpei berharap agar keberadaan reklame ilegal­ lainnya juga segera diter­tibkan.
(PP/B-6)