PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng Sudarsono meminta kepada pemerintah daerah supaya dapat mengevaluasi bantuan ternak yang telah diberikan kepada masyarakat selama ini.

Sudarsono mengatakan, setiap tahun pemda memberikan bantuan bibit ternak kepada masyarakat atau kelompok tani dan hal itu belum diketahui apakah berhasil atau tidak, sebab masih minim evaluasi yang dilakukan.

"Kelemahannya disitu kurang evaluasi jadi belum diketahui berhasil atau tidak. Saran kami kedepan setiap bantuan ada tindak lanjut baik itu evaluasi maupun pembinaan yang dilakukan," ujarnya, Jumat, 20 Januari 2023.

Sudarsono menjelaskan, dalam penyaluran bantuan bibit biasanya selalu berbentuk hibah, sehingga tidak ada kewajiban bagi penerima hibah untuk melaporkan perkembangan bantuan atau mengembalikan bantuan tersebut.

"Walau tidak ada kewajiban mengembalikan bantuan, harapan kami evaluasi dan bimbingan sangat penting dan harus tetap dilakukan oleh instansi terkait, agar batuan bisa berkembang," tuturnya.

Selama ini kata Sudarsono, setelah masyarakat menerima bantuan, kurang dilakukan evaluasi, pembinaan, maupun bimbingan sehingga tolak ukur keberhasilan atau kegagalan bantuan tersebut tidak diketahui secara pasti.

"Sekali lagi kami harapkan setiap bantuan ada evaluasi, bimbingan dan pembinaan oleh instansi terkait. Dari hasil evaluasi, menjadi data dan tolak ukur penyuran bantuan selanjutnya," jelasnya.

Sudarsono mengungkapkan, selama ini sudah banyak bantuan dari pemerintah yang diberikan baik melalui aspirasi pokir ataupun dari pemda itu sendiri.

Program bantuan ternak untuk masyarakat, diberikan sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat

"Jadi evaluasi itu penting, karena tujuan dari program bantuan itu untuk mensejahterakan masyarakat. Pemda jangan hanya lepas tangan, setelah bantuan diberikan, harapan kita itu dibimbing," tandasnya. (DONNY D/H)