PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid meminta pemda baik provinsi, kabupaten dan kota melalui instansi terkait agar dapat mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok (bapok) semenjak dini.

Terlebih lagi di tahun 2023 ini akan ada hari besar keagamaan seperti halnya Ramadan atau Idul Fitri yang tinggal beberapa bulan lagi, tentu sejak dari sekarang pemda sudah mulai mengantisipasi kenaikan harga itu.

"Ramadan kan sebantar lagi, jadi mulai sekarang lonjakan harga bapok dipasaran harus bisa mulai diantisipasi agar tidak terjadi, karena kalau tejadi dapat memberatkan masyarakat," ujarnya, Jumat, 20 Januari 2023.

Ia mengungkapkan, setiap tahun menjelang hari besar keagamaan pastinya akan ada lonjakan harga bapok, dan hal itu kerap terjadi setiap tahun. Sehingga, berbagai program atau upaya untuk mengantisipasinya perlu dilakukan.

"Seperti mengadakan pasar penyeimbang atau operasi pasar serta program lainnya itu perlu dilakukan agar kenaikan harga dapat ditekan, yang paling penting yaitu stok dalam daerah tetap terpenuhi," ujarnya.

--page

Menurutnya, mengantisipasi kenaikan harga bapok sedini mungkin sangat penting, jangan sampai ada kenaikan harga baru dilakukan aksi lapangan agar masyarakat tidak resah ketika menghadapi atau menyambut bulan Ramadan nantinya.

"Ketersedian beras, minyak goreng, daging, sayuran dan lainya harus tercukupi dan terkendali. Utamanya beras, pihak Bolug harus siap stok jangan sampai kosong, karena saat ini Kalteng ada lumbung pangan khususnya beras di Kapuas dan Pulang Pisau," tukasnya. (DONNY D/H)