MASYARAKAT Be­reng menagih ja­nji Pemkab Pu­lang Pisau yang akan membangun lagi jem­batan cukai yang menghubu­ngkan Jalan Tingang Mente­ng­, Kelurahan Pulang Pisau dan Jalan HM Sanusi, Keca­mat­an Bereng.


“Janji itu kita tunggu tahun­ ini. Katanya dananya su­dah­ dianggarkan di APBD provin­si Rp8 miliar lebih,” ujar Dedy, warga Bereng, Senin (22/2/2016).


Sejak jembatan gantung ber­kostruksi kayu ulin yang ada di muara Anjir ini ditutup pada 2015, kini masyarakat­ Pulang Pisau, khususnya war­ga Kelurahan Bereng mu­lai mempertanyakan janji pe­merintah daerah yang akan membangun ulang ta­hun ini.


“Dijanjikan tahun ini sudah di­bangun lagi, tapi katanya kontruksinya tidak berbahan ka­yu lagi,” tambahnya.


Dia menyebut saat ini ma­sya­rakat berharap jembatan yang dibuat oleh STM Mando­mai ini bisa berdiri lagi deng­an bentuk serupa.


Sebab jembatan ini sudah men­jadi history dan ikon daerah. Dia mengatakan jem­batan ini menjadi salah sa­tu akses penting bagi anak se­kolah, karena wilayah Be­re­ng merupakan kawasan se­kolah percontohan di Pulang­ Pisau.


“Yang penting akses bisa ter­hubung lagi dan pemeliha­raan bisa dilakukan, sehingga­ jembatan bisa bertahan la­ma,” terangnya.


Sementara itu Anggota DPRD Pulang Pisau, Minggus­ Nopeni mendukung pemerin­tahan daerah untuk memper­baiki jembatan ini karena kon­disi jembatan ini sangat tua.


“Jembatan ini tidak mung­kin­ lagi hanya dilakukan pemeliharaan saat terjadi ke­rusakan, tapi harus diganti de­ngan yang baru,” ujar poli­ti­si PKPI ini.


Dia mengakui keberadaan jembatan gantung ini menja­di­ jalur vital bagi masyarakat.


Lantaran sudah ditutup ma­ka masyarakat harus memutar cukup jauh bila ingin ke ko­ta. Dia berharap instansi tek­nis bisa mempercepat ren­cana pembangunan jembat­an ini. (B-6)