PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Akedemisi Kebijakan Publik Universitas Palangka Raya Suprayitno menuturkan solusi dalam persoalan ablasi di bantaran sungai Kota Cantik atau lebih tepatnya Flamboyan bawah. Pemerintah Kota Palangka Raya, dapat memanfaatkan dan segera merealisasikan planing terkait pemanfaatan bantara sungai sebagai wilayah water front city.

"Hal ini agar ada perhatian yang serius, supaya bantaran sungai dapat dimanfaatkan dan mengurangi resiko kerusakan yang lebih parah bagi masyarakat dan juga lingkungan sekitar,"ungkapnya, Jumat, 20 Januari 2023

Suprayitno menjelaskan relokasi bisa menjadi salah satu alternatif pilihan. Harapannya dengan adanya relokasi tentu akan mengurangi dampak bencana yang lebih besar, khusus masyarakat yang rawan di wilayah tersebut.

"Namun perlu adanya pilihan relokasi baru bagi masyarakat yaitu wilayah yang aman, nyaman dan produktif serta minim bencana bagi masyarakat agar memberikan kenyaman masyarakat untuk tinggal di wilayah baru tersebut," tambahnya.

Ia juga menambahkan, dalam relokasi tentu akan ada pro dan kontra. Hal itu harus dihindari oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan. "Dialog dan Edukasi yang persuasif ke masyarakat sebelum direlokasi harus dilakukan,"timpalnya.

Menurut pandangan Suprayitno, masyarakat tinggal dibantaran sungai, mungkin merasa nyaman karena sudah cukup lama tinggal diwilayah tersebut.

Habituasi masyarakat yang sudah terbiasa dengan perilaku keseharian yang dekat dengan sungai memberikan rasa nyaman dan sayang kalo pindah karena harus beradaptasi lagi, mungkin begitu.

"Selain itu, bisa jadi masyarakat tidak memiliki tempat tinggal lain yang representatif sehingga mereka tetap tinggal di wilayah bantaran sungai tersebut meskipun ada resiko yang mengancam,"bebernya.

--page

Dalam masalah ablasi ini, aturan sebenarnya bisa dibuat oleh pemerintah setempat. Seperti contoh Kota Palangka Raya sudah ada master plan tentang pembangunan kawasan Water front city di bantaran sungai kahayan, artinya ada turunan kebijakan yang harus dibuat untuk mengoptimalkan program tersebut. (APRIANDO/R)