MESKI sudah berungkali mendapat peringatan. Namun, aksi buang sampah oleh warga masih marak terjadi di sejumlah bantaran sungai yang ada di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar).


Nampak jelas tumpukan sampah di aliran Sungai Buun, Kelurahan Baru, Sungai Arut di Kelurahan Mendawai dan sejumlah aliran sungai yang ada di Pangkalan Bun. Meski tidak banyak tapi adanya sampah tentu mengurangi keindahan serta kebersihan.


Tak hanya di sungai, di sejumlah drainase juga masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Tentu hal-hal seperti ini harus segara ditindak lanjuti agar kesadaran masyarakat untuk membuang sampah sembarangan bisa dihentikan.


Jangan sampai aksi buang sampah oleh sejumlah warga ini menjadi ironi Kota Pangkalan Bun. Pasalnya, ‘Kota Manis’ telah berhasil meraih predikat sebagai kota kecil, terbersih dan mendapatkan penghargaan Adipura selama delapan kali berturut-turut.

Buang sampah


Salah seorang warga yang tinggal di bantaran Sungai Buun, Rudy Setiawan mengatakan, masih banyak warga yang membuang sampah ke sungai ini lantaran masih minimnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di pemukiman penduduk.


 Sementara, sampah basah belum bisa diolah untuk dijadikan kompos. “Perlu disediakan TPS agar bisa dimanfaatkan warga. Selain itu, pelatihan pengolahan sampah menjadi kompos juga penting,” ujarnya.


Terpisah, Bupati Kobar Bambang Purwanto meminta agar warga terutama yang tinggal di Kota Pangkalan Bun bisa terus menjaga kebersihan lingkungan. Dengan membuang sampah pada tempatnya dan menjadikan Pangkalan Bun bersih, rapi dan tertata serta hijau.


“Dengan tidak membuang sampah sembarangan, tentunya akan menjadikan Kota Pangkalan Bun bisa menjadi lebih bersih, rapi, indah dan tertata.

Terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Perlu kesadaran bersama,” Bupati menekankan.
(CR-1/B-7)