BORNEONEWS, Palangaka Raya - Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid mengatakan komisi II dalam waktu dekat berencana akan memantau keberlangsungan food estate singkong yang ada di Kabupaten Gunung Mas.
Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung program pemerintah pusat tersebut, sebab ada kabar yang menyebut bahwa food estate singkong di Gumas gagal, sebab tidak ada kelanjutan hingga sampai saat ini padahal lahan sudah dilakukan pembersihan.
"Kemungkinan minggu depan kita akan kesana. Kami mendengar ada kabar food estate singkong itu gagal. Jadi kami ingin terjun ke lapangan langsung untuk memastikan benar atau tidaknya," katanya, Sabtu, 21 Januari 2023.
Dirinya mengakui, tidak dapat berkomentar lebih terkait informasi food estate singkong yang disebut-sebut gagal itu. Namun yang pasti jika benar adanya nanti ketika pihaknya mengetahui langsung dilapangan maka wajib bagi pemerintah mengevaluasi program tersebut.
"Harus dievaluasi, karena kalau memang lahan sudah dibersihkan, program itu dilanjutkan atau dilakukan penanaman kembali biar hutan kembali lestari. Sebab jika dibiarkan sangat berbahaya bagi kelangsungan lingkungan hidup di sekitarnya," ujarnya.
Ia menyebut pada dasarnya, program tersebut merupakan program pemerintah pusat dan yang mengelola yakni Pemprov Kalteng. Sehingga wajar jika pihaknya turut memantau keberlangsungan progran itu.
"Tugas legislatif itu kan salah satunya bidang pengawasan, jadi kami juga wajib turut mengawasi program itu. Program tersebut harus bisa bermanfaat, jangan nantinya mubajir malah merugikan daerah dan masyarakat," tuturnya.
--page
Di sisi lain, untuk program food estate pertanian yang ada di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, menurutnya hingga sampai saat ini sudah cukup berhasil dan pihaknya juga sudah beberapa kali memantau program tersebut.
"Kalau ada juga yang mengatakan food estate di Kapuas dan Pulang Pisau gagal, itu salah kami sudah beberapa kali kesana memantau. Program tersebut sudah cukup berhasil, data-data ada di kami. Semoga saja, isu food estate singkong gagal itu tidak benar, yang pasti kami akan memastikan kebenarannya dengan memantau langsung kesana," tukasnya. (DONNY D/R)









