BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia meminta pemda baik provinsi maupun kabupaten dan kota melalui instansi terkait untuk terus melakukan dan menggencarkan operasi pasar. Terlebih saat ini sudah mendekati bulan Ramadan 2023.
Operasi pasar perlu dilakukan untuk menyeimbangkan daya beli masyarakat. Pasalnya, saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok masih mahal.
Dengan datangnya bulan Ramandan, dikhawatirkan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut akan semakin mengalami kenaikan.
"Perlu adanya upaya antisipasi untuk menekan inflasi harga bahan pokok yang naik setiap kali datangnya hari besar keagamaan, sama seperti Ramadan. Menggencarkan operasi pasar bisa menjadi alternatif bagi pemda untuk menekan inflasi tersebut," tuturnya, Sabtu, 21 Januari 2022.
Dikatakannya, dengan melakukan operasi pasar dan menggelar pasar penyeimbang. Hal tersebut akan menjadi bantuan besar bagi masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu agar tidak semakin terbebani ketika terjadi lonjakan harga.
--page
Dirinya pun meminta pemda untuk menyiapkan berbagai kebutuhan pokok sejak dini, seperti komoditas cabai, bawang, daging, dan komoditas lainnya yang diprediksi akan mengalami kenaikan harga selama bulan Ramadan.
"Komoditas yang berasal dari luar daerah hendaknya dipersiapkan pasokannya sejak dini. Sebab, saat Ramadan pastinya permintaan terhadap barang akan tinggi, kalau stoknya tidak ada maka harganya pasti naik. Diharapkan pemerintah bisa memperhatikan hal ini, termasuk juga mengawasi distribusinya," tukasnya. (DONNY D/R)









