KRISIS daya listrik menghantui warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Meski begitu, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun optimistis persoalan kelistrikan di Kobar bisa teratasi.
Menurut Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun, Purwanto, gangguan di sejumlah pembangkit listrik mulai teratasi secara bertahap.
Pada Minggu (21/2) sore, sekitar pukul 16.00 WIB, PLTU PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai dilaporkan sudah bisa mengoperasikan turbin unit 2 dan memasok daya listrik ke jaringan PLN sebesar 3 megawatt (MW). “PLTU juga berencana mengoperasikan turbin pembangkit listrik unit 1 hari ini (22/2/2016).
Tinggal menunggu dari Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa (PLTBM) PT Korintiga Hutani (KTH),” terang Purwanto. Ia menandaskan, pembangkit milik PT KTH beroperasi secara penuh, maka persoalan defisit daya bisa teratasi.
Selain itu, penambahan daya sebesar 5 MW yang diusulkan kepada PLN wilayah juga sudah disetujui dan akan terealisasi pada April mendatang. Sistem kelistrikan di Kobar juga diperkirakan akan lebih stabil saat jaringan listrik di Kobar terintegrasi dengan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Kalsel-teng yang saat ini tengah dalam proses pembangunan.
“Secara perhitungan teknis, stabil. Perkembangan GI (Gardu Induk), bulan Juli mulai pekerjaan pembangunan. Estimasi mulai operasional September tahun 2017.”
Pihaknya juga tengah mengimplementasikan program pengamanan di jaringan listrik di Kobar. Setiap penyulang atau jalur akan dipasang pengaman atau proteksi, dengan pertimbangan setiap beban 300 Ampere ada pengaman. Dirinya menyontohkan, jalur PLTD Pangkalan Bun sampai dengan Kumpai Batu akan dibagi menjadi 3 titik pengamanan.
“Jadi, apabila yang terganggu setelah daerah Kalimati, maka cukup dari Kalimati sampai dengan ujung jaringan saja yang terganggu.” Di PIR (perkebunan inti rakyat) karena melewati kebun karet, kabel SUTM (saluran udara tegangan menengah) yang telanjang itu juga akan diganti dengan yang berbungkus.
Seperti diberitakan, PLN memiliki 3 PLTD sewaan untuk menyokong kebutuhan energi listrik Kobar. Yakni PLTD milik PT PGL dengan produksi listrik sebesar 3,6 MW, PT DKK 2,4 MW, PT Kaltimex sebesar 5 MW. PLN juga menjalin kerjasama jual beli listrik dengan dua perusahaan pembangkit listrik lain.
Yaitu, PLTU milik PT EEI sebesar 10 megawatt hingga 11 megawatt dan PT Korintiga Hutani mencapai sebesar 5 megawatt. (RD/B-2)


