BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Septedy telah menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) food estate atau Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Aula Kantor Bapedalitbang Kapuas, Jumat sore, 20 Januari 2023.
Rakor ini dihadiri perwakilan Direktorat Pangan dan Pertanian (PP) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bappedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah dan stkeke holder terkait.
Septedy mengatakan dalam rapat Rakor tersebut pihaknya diminta untuk memetakan permasalahan di lapangan.
"Sudah kami sampaikan beberapa permasalahan, misalnya saja konsistensi dukungan anggaran baik kementerian lembaga, pemprov untuk keberlanjutan dalam program tersebut," kata Septedy, Sabtu, 21 Januari 2023.
Kemudian, perlu adanya penegasan pembagian tugas kewenangan, baik tingkat kementerian lembaga, pemprov dan pemkab terkait dengan food estate ini ke depan.
"Terakhir food estate menjadi perhatian kita bersama dan tentu wajib bagi kita semua untuk menyuarakan sekaligus memperjuangkan keberlanjutan food estate ini," tuturnya. Kehadiran program tersebut tentunya positif bagi daerah dan masyarakat.
"Produktivitas pertanian meningkat, luas tanam juga meningkat. Ini menunjukkan bahwa program food estate ini sangat keliatan progresnya dan tentu manfaatnya dirasakan masyarakat. Kita lihat ke lapangan bahwa infrastruktur terbangun dengan sangat baik," ucapnya.
Sebelumnya, Koordinator Fungsional Direktorat Pangan dan Pertanian, Bappenas, Noor Avianto mengatakan kegiatan itu sesuai dengan Perpres RKP, bahwa dari Bappenas diminta untuk memastikan bagaimana pelaksanaan major project food estate kawasan sentra produksi pangan (KSPP) dan perkembangan di tingkat lapangan.
"Kendala dan isu isu dihadapi selama ini. Jadi, kami ingin mendengarkan dari bapak ibu di provinsi dan kabupaten terkait hal tersebut menjadi masukan bagi kami di kementerian lembaga di dalam merumuskan major project food estate KSPP ini," ucapnya.
--page
Dari Rakor tersebut tindaklanjutnya hasil yang diperoleh dari pembahasan itu akan melihat beberapa hal pertama dari sisi perencanaan.
"Kita akan mengevaluasi, apa yang sudah menjadi kegiatan ini apakah sudah sesuai atau belum. Memenuhi kebutuhan di tingkat lapangan. Kalau memang belum bagaimana kita sesuaikan ke depannya," jelasnya. Kemudian misalkan ada hal hal yang perlu dilengkapi akan dilengkapi bersama.
"Kedua dari risiko apa yang ada di tingkat lapangan dan kita rumuskan bersama bagaimana upaya mitigasi risiko tersebut," tuturnya.
Ia bersyukur telah mendapatkan berbagai masukan beesama terutama bagaimana nanti mengembangkan modernisasi di pertanian ini seperti apa. Itu satu hal yang perlu dikembamgkan dan didorong ke depan. (DODI RIZKIANSYAH/R)









