SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga keturunan Tionghoa, begini keramaian umat Buddha merayakan tahun baru Imlek di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Banyak tradisi yang selalu dijaga dalam menyambut datangnya tahun baru cina tersebut, kali ini yang jatuh pada 22 Januari 2023 yakni Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili.

Mulai dari mempersiapkan makanan hingga membersihkan rumah dan altar tempat sembahyang serta menyiapkan angpao yang selalu wajib ada saat tahun baru Imlek. 

Seminggu jelang tahun baru ini juga, warga keturunan Tionghoa membersihkan dan mendekorasi rumah dengan pernak pernik yang umum berwarna merah ataupun emas. 

Seperti pada umumnya menyambut hari besar keagamaan, tradisi membersihkan rumah juga dilakukan saat menyambut perayaan Imlek. Hal ini melambangkan membuang kesialan tahun sebelumnya, dan membuat rumah mereka siap menerima keberuntungan. 

--page

Hal lain yang menjadi tradisi, biasanya masyarakat Tionghoa akan melakukan makan malam bersama keluarga untuk menyambut tahun baru Imlek. Biasanya, ada banyak makanan yang tersedia. Makanan yang dihidangkan pun bukanlah makanan sembarangan. Semua makanan penuh makna dan simbol. 

"Ada makanan yang dianggap memberi keberuntungan seperti ikan dan mie yang memiliki makna agar panjang umur," sebut seorang warga Sampit yang merayakan, Yuni, Minggu, 22 Januari 2023.

Tradisi lain yang hampir sama dengan perayaan hari besar umat beragama lainnya dan juga dilakukan saat perayaan Imlek, yakni bertukar amplop merah atau angpao dan hadiah lainnya.

"Ini tradisi yang biasanya paling ditunggu-tunggu. Dimana yang masih single dan belum berkeluarga akan diberikan hadiah. Hadiah yang paling umum adalah angpao," ujarnya.

Dia mengakui, perayaan Imlek tahun ini lebih menyenangkan seiring meredanya covid-19 sehingga bisa dilaksanakan lebih dengan meriah.

--page

Sementara itu, sebelum datangnya tahun baru Imlek umat Buddha warga keturunan Tionghoa di Vihara Karuna Maitreya Sampit melaksanakan ibadah tutup tahun atau Xin Nian yang menandakan berakhirnya tahun 2573 Kongzili yang merupakan tahun shio macan air yang berganti dengan tahun shio kelinci air.

"Ibadah malam Tahun Baru Imlek dibagi dua. Pertama diawali dengan puja bakti tutup tahun jam 9 malam, dilanjutkan ibadah jam 11 malam, diawali dengan ritual persembahan, kemudian ritual menyambut tahun baru atau Bai Nian, sekaligus juga memperingati hari kelahiran Buddha Maitreya," kata Pengurus Vihara Karuna Maitreya Sampit, Ong Agus.

Sebelum ibadah malam menyambut tahun baru Imlek, disela kegiatan mereka saling bertukar angpao, ada juga acara hiburan seperti penampilan barongsai, tarian, anak-anak yang berlomba untuk mendapatkan angpao tersembunyi sebanyak-banyaknya hingga saling bertukar kado. (NOOR ANNISA/J)