Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Katingan Saftul Anwar mengungkapkan, dari 228 koperasi yang terdaftar di Kabupaten Katingan, hanya 90 koperasi saja yang aktif.
"Banyaknya koperasi yang tidak aktif ini cukup disayangkan. Karena koperasi tidak aktif itu saat ini masih resmi terdaftar. Jika dikelola dengan baik dan benar, maka koperasi yang ada akan tumbuh dan berkembang," ujar Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Katingan Saftul Anwar saat menghadiri rapat anggota tahunan (RAT) Koperasi Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, baru-baru ini.
Sebagai contoh, kata dia, Koperasi GMT yang berdomisili di Tumbang Samba beberapa tahun yang lalu hanya memiliki modal sekitar Rp5 juta saja. Namun, setelah beberapa tahun kemudian berkembang menjadi hampir Rp5 miliar. Untuk itulah, dirinya berharap Koperasi GMT ini dapat menjadi percontohan bagi berbagai koperasi yang ada di Bumi Penyang Hinje Simpei ini.
"Atas petunjuk Pak Bupati, mulai tahun 2016 ini kami akan mengadakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) tentang perkoperasian. Salah satu materinya adalah, bagaimana caranya mengelola dan memenej koperasi secara baik dan benar," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi GMT Tumbang Samba tersebut. Dalam pidatonya Bupati Tenglie mengucapk
an selamat kepada Koperasi GMT Tumbang Samba yang telah melaksanakan RAT. "Semoga rapat anggota tahunan yang dilaksanakan pada hari ini membuahkan rumusan-rumusan yang lebih baik," ujar bupati.
Pada kesempatan itu juga, bupati menyampaikan berbagai hal, di antaranya tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tingkat ekonomi masyarakat Katingan, berbagai program yang akan dilaksanakan di tahun anggaran 2016.
Pogram di 2016 itu antara lain di sektor infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan maupun hal lainnya. Semua itu untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Katingan. Dia juga memaparkan beberapa konsep pembangunan di Kabupaten Katingan.
"Berbicara tentang konsep pembangunan, tentu saja harus memiliki perencanaan yang mateng. Karena, perencanaan, merupakan modal dasar pembangunan itu sendiri. Dan apabila kita salah dalam perencanaan, apalagi tak memiliki perencanaan yang jelas, sudah pasti pekerjaan selanjutnya akan salah pula," ujar bupati. (HAIRUL SALEH/m)


