Ratusan siswa dan puluhan guru di Sekolah Menengah Petama Negeri (SMPN) 2 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) gempar dengan banyaknya siswi dari berbabagai kelas yang kesurupan. Mereka kesurupan saat mengikuti praktik masak atau pelajaran tata boga di sekolah tersebut. 


Belum diketahui pasti penyebab kesurupan masal yang terjadi pada Selasa (23/2/2016) sekitar pukul 11.30 WIB itu. Namun kesurupan itu adalah pertama kali terjadi di sekolah yang berada di tengah Kota Sampit itu.


“Saat melakukan praktik tata boga, tiba-tiba seorang siswi klas IX D langsung histeris tak tau apa penyebanya. Kemudian langsung menjalar ke 26 siswi lainnya,” ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Sampit Syharani HM, Selasa (23/2/2016).


Saat ini seluruh siswa langsung dipulangkan, guna mengantisipasi banyaknya siswi yang menjadi korban kesurupan tersebut. Sedangkan untuk ke 27 siswi yang alami kesurupan langsung dipanggil orangtuanya untuk dibawa pulang, usai disembuhkan oleh ‘orang pintar’ yang dipanggil oleh pihak sekolah.


Kejadian itu bermula ketika pihak sekolah mengadakan praktik pelajaran tata boga, di tengah sesi masak-memasak. Tiba-tiba siswa yang berada di klas IX D langsung geger karena seorang siswi histeris tanpa sebab. Para guru yang mengetahui hal itu langsung mendatangi kelas itu dan membawa korban ke ruang UKS.


Setelah berhasil disembuhkan dari kesurupan itu, rupanya kesurupan kembali menjalar ke siswi lainnya yang ada di sekolah tersebut, hingga mencapai 27 orang. Para guru dan kepala sekolah pun langsung kebingunngan. Mereka memutuskan memanggil ‘orang pintar’ untuk memulihkan para sisiwinya yang kesurupan.


“Penanganan sudah kami lakukan dengan memanggil orang pintar, dan semua siswi yang kesurupan sudah dijemput keluarganya untuk dibawa pulang. Sedangkan untuk penyebabnya belum kami ketahui,” ujar Syahrani. 


Atas kejadian tersebut, Syahrani langsung memulangkan seluruh siswanya. Hal itu sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kotim. Sedangkan untuk langkah dari pihak sekolah ke depan, masih melihat kondisi pada Rabu (24/2/2016). Kalau masih ada yang kesurupan, terpaksa sementara harus diliburkan lebih dulu.


Reni, siswa di sekolah tersebut mengatakan, “Saat itu kami sedang asyik praktik tata boga. Tiba-tiba ada suara teriakan dan kegaduhan di kelas bawah. Tidak berapa lama setelah itu langsung ada pengumuman seluruh siswa di pulangkan.


“Saat itu langsung saja ada kegaduhan, dan kami langsung di suruh pulang, karena banyak kawan-kawan yang kesurupan,” ungkap Reni. (M HAMIM/m)