Sejumlah petugas kebersihan, atau biasa disebut Pasukan Kuning, di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluh. Para pahlawan Penghargaan Adipura yang 9 kali berturut-turut diraih Kobar ini bertanya-tanya kapan upah kerjanya terbayarkan.
Sejak awal tahun hingga pekan ketiga Februari 2016 ini, para petugas kebersihan yang berada di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kobar itu belum juga merasakan hasil upah memeras keringatnya menjaga kebersihan di Kobar.
Seperti dituturkan seorang petugas kebersihan yang biasa beraktivitas di lingkungan salah satu pasar tradisional di Pangkalan Bun, Selasa (23/2). NN, sebut saja begitu, mengaku belakangan ini agak kurang semangat dan sedikit malas dalam bekerja lantaran, sejak awal Januari 2015, ia dan kawan-kawannya belum juga menerima atau bisa merasakan rupiah upah peras keringatnya sebagai petugas kebersihan.
Tak hanya upah harian yang dibayarkan per bulan saja yang ia keluhkan. NN juga mengaku sedikit kecewa pada janji pemerintah daerah yang akan memberi bonus kepada para petugas kebersihan. Bonus atas peran penting pasukan petugas kebersihan dalam raihan Penghargaan Adipura ke-9 yang diterima Kobar pada November 2015 senilai sekitar Rp300 ribu yang dijanjikan itu, hingga kini belum juga terealisasi.
"Apa sampai sekarang gaji kami belum dibayar. Sudah dua bulan ini kami belum terima upah. Makanya agak malas rasanya. Terus Pak Bupati waktu acara Adipura itu juga katanya mau kasih bonus. Rp300 ribu per orang. Tapi sampai sekarang juga belum kasih tuh. Kalau tidak kerja ini, kami nggak tahu harus kerja apalagi. Masih untung ada yang kerja sampingan lainnya," ujar NN, Selasa (23/2).
Sementara itu Kepala Dinas PU Kobar, Agus Yuwono mengakui adanya keterlambatan pembayaran upah kepada petugas kebersihan. Biasanya upah itu memang dibayarkan paling lambat tanggal 10 tiap bulan. Namun pada 2016 ini upah harian para petugas kebersihan mengalami penambahan Rp10 ribu per hari. Namun penerapan kebijakan itu, termasuk pemberian bonus, butuh payung hukum berupa peraturan bupati (Perbup). Jadi pihaknya perlu waktu untuk membuat Perbup itu
"Dan perbup itu baru saja selesai. Kemudian memang sempat ada sedikit kendala tapi pekan lalu sudah selesai dan akan segera kita proses pembayarannya. Sejauh ini, petugas kebersihan yang kita rektur itu berjumlah kurang lebih 350 orang. Mereka bayarannya harian dan nilainya beragam tergantung apa yang dikerjakannya. Cukup lumayan. Ada yang sampai Rp2 juta per bulan. Intinya, upah petugas kebersihan akan segera dibayarkan," tutup Agus Yuwono, Selasa (23/2). (RADEN ARYO W/m)


