SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pedagang lato-lato mengakui saat ini penjualannya sudah mulai sepi peminat. Mainan lato-lato ini sempat viral beberapa waktu lalu dan diminati banyak kalangan termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Bahkan beberapa bulan terakhir, lato-lato membawa berkah bagi para pedagang mainan di Sampit karena keuntungan yang didapat menggiurkan, namun kini penjualan mainan viral tersebut sudah mulai redup.

Saat itu tingginya permintaan lato-lato dirasakan hampir seluruh pedagang mainan di Sampit. Salah satunya toko mainan di Jalan DI Panjaitan, Kecmatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.

Pedagang mainan bernama Muhammad Rizky tersebut mengaku sudah menjual lato-lato sejak sebulan terakhir.

"Saat itu penjualannya sangat menguntungkan yakni rata-rata mencapai lebih dari Rp.500 ribu rupiah dalam sehari saja," katanya, Senin, 23 Januari 2023.

Namum sejak sepekan terakhir penjualan lato-lato dengan harga  satuan Rp 8 ribu hingga Rp 12 ribu tersebut sudah mulai turun. Saat ini keuntungan bersih yang didapat dari penjualan lato-lato hanya sekitar Rp.150 ribu dalam sehari.

Menurutnya, dari pengalamannya berjualan mainan musiman seperti lato-lato hanya akan bertahan sekitar 2 bulan saja, bahkan dalam dua hingga tiga pekan ke depan kemungkinan peminatnya akan terus menurun.

Senada dengan Rizky, turunnya permintaan mainan lato-lato juga dirasakan oleh pedagang mainan di Jalan S.Parman, Muhidin. Jika sebelumnya keuntungan penjualan lato-lato mencapai Rp.400 ribu perhari saat ini turun sebanyak 70 persen.

Sementara, fenomena viralnya mainan lato-lato diprediksi tidak akan bertahan lama. Bagi para pedagang hal itu sudah menjadi perkara biasa bagi mereka yang sudah lama berjualan mainan. Biasanya mainan musiman akan berganti lagi dengan mainan baru.(NOOR ANNISA/H)