Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mewacanakan akan menutup total semua lokalisasi yang masih beroperasi di daerah itu.


Kkeutusan itu sesuai edaran Kementerian Sosial RI bahwa pada 2017 semua daerah bebas dari lokaslisasi, dan anak jalanan.


“Memang ada wacana penutupan semua lokasilisasi. Penutupan itu adalah program dari pusat, bagaimana daerah bebas anak jalanan, dan lokalisasi,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilisasi Sosial di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kotim, Anik Sukarelawati, Selasa (23/2/2016).


Di Kabupaten Kotim, terdapat tiga tempat lokalisasi yang masih aktif beroperasi yakni, lokalisasi Pal 12 Kelurahan Pasir Putih. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang; lokalisasi Pal 12 Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean; dan lokalisasi Desa Tangar. Kecamatan Telawang.


Dari data Dinsosnakertrans Kotim, di tiga lokalisasi itu terdapat 299 pekerja seks komersial (PSK) yang masih aktif melayani tamu. Di lokalisasi Kelurahan Pasir Putih ada 220 orang, lokalisasi Desa Mekar Jaya ada 77 orang dan lokalisasi Desa Tangar tersisa dua orang PSK.


Anik mengatakan, sesuai surat dari Kementerian Sosial RI, sebelum penutupan total, pemerintah daerah melalui Dinsosnakertrans akan melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada mereka. Sehingga mereka memiliki bekal keterampilan menyambung hidup di tengah masyarakat.


“Jangan sampai nanti kalau dilakukan penutupan mendadak justru terjadi polemik dan penolakan. Parahnya kami khawatirkan kalau itu lagsung ditutup justru mereka akan membuka praktekliar yang tidak terpantau. Itu justru akan berbahaya. Misalnya yang dari Doli, siapa yang tahu mereka pindah ke Sampit misalnya. Begitu juga yang dari Kalijodo. Ini harus kita antisipasi. Makanya kami rutin melakukan pendataan dan pembinaan keterampilan kepada mereka,” ujarnya.


Di Kalimantan Tengah, ada dua kabupaten yang sudah  menutup total lokalisasi, yakni Kabupaten Sukamara dan Lamandau.


Namun, sebelum dilakukan langkah itu pihaknya saat ini rutin melakukan sosialisasi kepada para PSK dan pengelola karaoke di lokalisasi tersebut. (RAFIUDIN/m)