BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah warga Kasongan, Kabupaten Katingan mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji subsidi 3 kg yang dipatok Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per tabung.
Selain mengeluhkan mahal, warga juga menduga adanya sebagian pengurangan isi gas elpiji tersebut baik 3 kg yang notabene subsidi maupun 5 kg yang bukan subsidi.
Dugaan pengurangan isi tabung gas elpiji tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Namun saat itu belum dikeluhkan oleh warga.
Selain bertutur dari mulut ke mulut, keluhan warga terkait harga gas elpiji subsidi mahal dan ada dugaan pengurangan isi, itu kemudian juga diungkapkam di media sosial.
"Sekarang harga gas elpiji subsidi 3 kg di Kasongan yang dijual eceran berkisar antara Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per tabunG. harga tersebut jauh lebih mahal dari HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan pemerintah daerah kurang dari Rp 25 ribu," tutur salah seorang warga Kasongan yang enggan namanya disebut, Senin, 23 Januari 2023.
Dia menduga setiap kali membeli gas baik yang 3 kg maupun yang 5 kg di Kasongan, tutup tabung gas berupa segel selalu rusak, ada bekas irisan sehingga saat dibuka sangat mudah. Berbeda jika tutup segelnya belum rusak, maka akan lebih sulit dibuka.
--page
Ia menuturkan belum lama ini dirinya membeli gas elpiji isi 5 kg di seputaran Jalan Soekarno-Hatta Kasongan.
Biasanya gas isi tersebut akan habis sekitar sebulan lamanya, karena memakainya hanya sebentar-sebentar. Namun saat dirinya memakai gas elpiji 5 kg yang baru dibeli, gas habis tidak lebih dari sepekan.
"Yang jelas tidak seperti biasanya, saat pertama kali dibuka tutupnya, segelnya sudah rusak, seperti ada irisan," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/R)









