PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng Jubair Arifin menyarankan kepada pemerintah daerah supaya dapat merevalitasi kawasan pesisir pantai di wilayah Kalteng terutama yang rawan terjadi bencana abrasi.

"Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan membentuk program penanaman bakau khususnya di seputaran area pedesaan yang berada di pesisir pantai," ucapnya, Rabu, 25 Januari 2023.

Dengan keberadaan hutan bakau di kawasan pesisir, akan berdampak positif bagi masyarakat. Pasalnya, bakau menjadi tembok alami yang mengindarkan atau mengurangi dampak abrasi maupun banjir rob di kawasan pesisir.

"Desa yang berada di kawasan pesisir pantai itu rawan terdampak abrasi gelombang laut. Pembangunan siring atau pemecah ombang memang baik, tapi untuk jangka panjang akan lebih baik jika dilakukan revitalisasi pantai dengan menanam bakau," jelasnya.

Adanya hutan bakau di kawasan pesisir tentunya tidak hanya dimaksud sebagai penangkal abrasi. Tapi juga akan memberikan dampak positif terhadap ekosistem di sekitaran pesisir pantai tersebut.

--page

Selain itu, dammpak lainnya yakni bagi perkembangan ekonomi masyarakat desa, mengingat akar dari pohon bakau kerap menjadi sumber kehidupan bagi hewan seperti ikan, kepiting dan udang. Sehingga masyarakat pun tidak perlu jauh melaut untuk menangkap ikan.

"Harapan kita ini bisa menjadi perhatian pemda dan bisa diakomodir dengan baik. Banyak desa di pesisir yang sudah terdampak abrasi, terutama di dapil Kalteng III. Libatkan masyarakat dalam pelaksanaannya supaya, ketika sudah terbentuk, ekosistem bakau itu bisa dijaga bersama," tukasnya. (DONNY D/H)