BORNEONEWS, Nanga Bulik - Populasi Banteng Kalimantan (Bos Javanicus Lowi) di habitat hutan Belantikan Hulu, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, semakin berkurang. Saat ini jumlahnya hanya tersisa sekitar 20 ekor.
“Dari data riset kami melalui tangkap kamera, diperkirakan tinggal ada dua kelompok atau sekitar 20 ekor banteng Kalimantan di hutan Belantikan Hulu,” ujar Kordinator Riset Yayasan Orangutan Indonesia (Yayori), Gusti Wicaksana saat dikonfirmasi pada Rabu, 25 Januari 2023.
Dijelaskan Gusti, tim dari Yayori pertama kali melakukan riset banteng Kalimantan di Hutan Belantikan Hulu pada 2018 dengan memasang kamera trap di beberapa titik. Di tahun tersebut diperkirakan sebanyak 30 hingga 40 ekor banteng yang berhasil terekam melalui tangkap kamera.
“Karena hutan Belantikan Hulu ini bukan hutan lindung, tapi merupakan hutan produksi dengan luas 3000 hektare, sehingga bisa dengan mudah orang luar masuk, dan mudah juga terjadinya perburuan di sana,” kata Gusti.
Selain dari faktor perburuan oleh manusia, mulai berkurangnya habitat hewan yang sudah masuk apendiks satu kritis atau terancam punah tersebut juga dikarenakan reproduksi lebih lama. Apalagi, belum tentu seluruh betina produktif.
--page
“Kalau untuk pakan di sana cukup melimpah, seperti bambu, kelakai, paku-pakuan, dan lainnya. Untuk predator alam sendiri, paling diburu oleh buaya saat banteng-banteng tersebut menyeberangi sungai,” terangnya.
Ancaman lainnya terhadap populasi banteng adalah lokasinya hutan produksi, sehingga masih banyaknya penebangan pohon sehingga membuat semakin menyempitnya habitat banteng Kalimantan tersebut.
“Upaya mengantisipasi semakin berkurangnya habitat banteng Kalimantan terus dilakukan, seperti kami terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat di empat desa yakni Desa Nangamatu, Kahingai, Perikan, dan Bintang Mangalih yang langsung bersebelahan dengan hutan hulu Belantikan,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/H)









