RIBUAN kepala keluarga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih buang air besar (BAB) di sungai. Berdasarkan data dari Puskesmas Arut Selatan, di dua kelurahan yang ada di bantaran Sungai Arut saja ada sekitar 499 KK yang masih BAB di sungai.
Dengan rincian, di Kelurahan Raja 145 KK dan di Kelurahan Raja Seberang 353 KK. Masih banyaknya jumlah KK yang masih buang air besar di sungai mencerminkan perilaku yang tidak sehat dari masyarakat.
Padahal, Pemkab Kobar menargetkan pada tahun ini sudah menjadi Kabupaten Open Defacation Free (ODF) atau 100% warganya bebas buang air besar sembarangan.
Kenyataannya, pada minggu keempat Februari 2016, baru dua kecamatan di Kobar yang sudah ODF yakni, Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng.
Tahun 2015 dari 94 desa di enam kecamatan, baru 45 desa yang ODF. “Untuk dikatakan ODF maka 100 persen warganya sudah tidak ada yang buang air besar sembarangan, baik di sungai atau di kebun,” kata Hardadi, Kasi Kesehatan Keliling (Kesling) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, saat menyampaikan materi lokakarya mini lintas sektoral bersama jejaring STBM menuju ODF, di aula Kelurahan Raja, Senin (21/2/2016).
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Alfa Husein mengungkapkan, Kelurahan Raja Seberang sudah ada rencana untuk membuat jamban komunal. “Kita butuh teknologi tepat guna untuk membuatkan jamban komunal di Kelurahan yang berada di Das Arut,” kata Alfa. (KK/B-2)


