BORNEONEWS, Sukamara - Pemkab Sukamara lakukan rapat koordinasi lintas sektoral dalam penanggulangan stunting dan data publikasi stunting Kabupaten Sukamara pada Rabu, 25 Januari 2023.
Berdasarkan hasil rakor, bahwa data stunting di Bumi Gawi Barinjam mengalami penurunan jika dibanding dengan data pada 2021.
"Jadi rapat ini untuk melihat kembali apa yang sudah kita kerjakan selama satu tahun ini, pada tahun 2021 berdasarkan data BPGM 18 persen, ini ada penurunan jadi 14 persen di tahun 2022. Sementara untuk data SSGI 24,6 persen menjadi 21,8 persen," kata Wakil Bupati Sukamara, H Ahmadi.
Menurut Ahmadi pada 2024 pemerintah pusat menargetkan pravelensi stunting berada di 14 persen, untuk mencapai terget tersebut pemerintah sudah menyusun strategi nasional percepatan penurunan stunting sebagai acuan bagi seluruh sektor terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara.
"Penyelenggaraan intervensi secara konvergensi yang melibatkan lintas sektor merupakan kunci keberhasilan pencegahan stunting, sedangkan konvergensi adalah pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama," ujarnya.
Dia berharap melalui rakor tersebut maka prevalensi stunting di Kabupaten Sukamara menurun sesuai target nasional, sehingga balita sebagai generasi penerus tidak ada yang stunting.
"Dan juga terciptanya SDM Kabupaten Sukamara unggul dan produktif," pungkas Ahmadi. (NORHASANAH/R)









