SEBANYAK 30 murid sekolah dasar mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Sukamara yang digelar di Balai Pelatihan Guru (BPG), Selasa (23/2/2016).
Ajang berkompetisi di bidang sains itu dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sukamara Karyono.
Karyono dalam sambutannya mengatakan, peserta OSN merupakan perwakilan setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Sukamara.
Mereka tentunya peserta didik terbaik yang sudah lolos dari OSN tingkat kecamatan.
“Di OSN tingkat kabupaten ini ada dua bidang studi yang diperlombakan yaitu ilmu pengetahuan alam dan matimatika,” katanya.
Ia berharap, ajang OSN tingkat sekolah dasar pada tahun ini bisa menelurkan peserta didik yang mampu bersaing di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, bahkan nasional. Sehingga dapat mengharumkan nama Kabupaten Sukamara.
“Harapan kita, murid di Kabupaten Sukamara dapat mewakili Provinsi Kalimantan Tengah untuk bertanding di tingkat nasional,” ucapnya.
Sebelumnya, murid dari Kabupaten Sukamara sudah pernah menjadi wakil Bumi Tambun Bungai untuk bertanding di tingkat nasional. Bahkan hingga tiga kali. Prestasi itulah yang hendak diulang Disdikpora pada tahun ini.
Di temui terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Disdikpora Sukamara Sugiyo, menyatakan bahwa salah seorang pelajar di Bumi Gawi Barinjam, yakni dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Mendawai telah berhasil mengantar Sukamara menjadi salah satu perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah untuk bertanding di tingkat nasional pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam. Momen itu terjadi tiga tahun lalu.
“Pada 2013 kita mewakili provinsi untuk bertanding tingkat nasional, dan kita berharap 2016 ini kembali mewakili provinsi untuk bertanding di tingakat nasional,” tuturnya.
Untuk mengingatkan, pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional muncul didasarkan pada kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO-International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Provinsi Bali pada 2002 silam.
Peserta yang terlibat dalam ajang ini merupakan yang terbaik di tingkatan atau jenjang masing-masing, mulai dari kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. (MG13/B-3)


