KOMISI C DPRD Kobar sejak Selasa (23/2) mulai kegiatan monitoring secara marathon ke sejumlah kecamatan di Kobar. Kegiatan ini dilakukan saat Masa Sidang Pertama Tahun Sidang 2016 DPRD. Monitoring ke lapangan yang rencananya berlangsung hingga Jumat (26/2) ini difokuskan terhadap evaluasi dan perkembangan pembangunan infrastruktur.
Anggota Komisi C DPRD Kobar, Rahmad menjelaskan, monitoring ini dilaksanakan untuk memastikan kegiatan yang dilaksanakan tahun ini berjalan sesuai rencana. Selain itu untuk menginventarisasi permasalahan, keluhan dan usulan dari masyarakat.
Kegiatan monitoring, lanjut Rahmad dimulai dari Kecamatan Kumai. Pada Selasa pagi, kegiatan monitorng para anggota Komisi C yang melibatkan sejumlah kepala bidang di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kobar.
Fokus utama tinjauan yakni daerah rawan banjir di wilayah perkotaan Kumai. Terutama meninjau infrastruktur saluran air atau drainase, dan sejumlah persoalan lain, penyebab munculnya genangan air atau banjir.
“Tadi pagi kita meninjau tempat-tempat yang kalau terjadi hujan sering tergenang air. Di pertigaan Pelabuhan Panglima Utar.
Kemudian daerah dekat Hotel Garuda itu. Sekitar pasar sampai ke Kantor Kelurahan Kumai Hulu. Di tempat-tempat itu kita ingin mengidentifikasi apa saja yang jadi penyebab banjir.
Sayangnya tadi Kepala Bidang Cipta Karya tidak hadir. Yang ikut dari Bina Marga dan Pengairan,” terang Rahmad, Selasa (23/2).
Daerah pesisir
Setelah perkotaan Kumai, imbuhnya, kegiatan monitoring hari pertama ini dilanjutkan ke daerah pesisir Kumai. Di kawasan pesisir pantai ini pengawasan dilakukan terhadap infrastruktur jalan penghubung antardesa.
“Selain di perkotaan dan pesisir Kumai. Kegiatan monitoring kita hari ini juga dilakukan di sebagian wilayah Kecamatan Arut Selatan (Arsel). Tadi kita ke Desa Tanjung Putri.
Selain infrastruktur jalan, hal lain yang diminta oleh pihak desa untuk diperhatikan adalah jembatan. Di sana ada satu jembatan darurat yang masih terbuat dari batang-batang pohon kelapa.
Tapi menurut pihak Bidang Bina Marga PU. Jembatan itu sudah dimasukkan dalam rencana kerja anggaran PU tahun 2016. Anggaran pembangunannya senilai Rp4,5 milyar.”
(RD/B-7)


