PEMASANGAN pipa baru yang merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2015 untuk sejumlah kawasan di Muara Teweh, Barut, belum berfungsi. Padahal, bekas galian pipa telah merusak jalan di kota ini.
“Proyek pemasangan pipa bahan plastik yang dilakukan tersebut belum berfungsi, hal itu karena kapasitas produksi PDAM Barut yang ada sekarang masih belum memungkinkan untuk melewati pipa-pipa tersebut,” kata Direktur Teknis PDAM Barut Agus Suryanto, Selasa (23/2/2016).
Menurut Agus, jumlah pelanggan air PDAM khususnya di Muara Teweh semakin bertambah banyak, sehingga otomatis juga berpengaruh terhadap kapasitas produksi PDAM. Pemasangan pipa baru PDAM yang dilakukan belum lama ini adalah proyek Pemprov Kalteng.
Tujuannya agar pendistribusian air ke rumah-rumah pelanggan di dalam kota Muara Teweh sampai ke daerah lingkar kota dapat berjalan dengan lancar.
“Nanti kalau kapasitas PDAM sudah mencukupi maka pipa-pipa yang terpasang terdahulu akan tetap difungsikan,” katanya.
(ANT/B-5)


