SEBANYAK empat desa di Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara (Barut) masih terisolasi oleh jalur darat. Padahal kawasan ini terdapat 10 perusahaan besar swasta yang menanamkan investasinya triliunan rupiah.


Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat Montallat khususnya desa Rubei, Ruji, Paring Lahung mengharapkan pembangunan jalan tembus  menuju desa Tawan Jaya.


Menurut Camat Montallat, Gazali M, keempat desa yang sampai saat ini masih teri­solasi, terlebih desa Tawan Jaya, bahkan untuk akses jalan hanya menggunakan jalur sungai.


Padahal, imbuh Gazali, di kecamatan itu terdapat 10 perusahaan. Namun sampai saat ini akses jalan belum dibangun.


“Seharusnya dengan banyaknya perusahaan dapat membantu masyarakat membangunkan jalan,” kata Gazali, Selasa (23/2/2016).


Tidak hanya jalan, PLN pun belum membuat jalur ke empat desa itu. Sehingga dengan adanya jalan tembus diharapkan PLN segera membuat sarana menunjang akses listrik kesana.


“Selama ini warga hanya mengandalkan genset seba­gai sumber listrik. Itu pun hanya bagi yang mampu,” imbuh Gazali.


Warga di sekitar lokasi untuk akses jalan tembus yang diharapkan dan akan dibuat sudah menghibahkan tanahnya. Mereka tidak akan menuntut ganti rugi. Surat pernyataan hibah dan SKT tanah pun sudah diserahkan kepada pemerintah.


Diharapkan perusahaan yang beroperasi di kecamatan  itu juga membantu pembangunan desa sekitar dengan menggunakan dana tanggungjawab sosial lingkungan  perusahaan (TSLP) berdasarkan Perda 3/2015.


“Dengan adanya peraturan tersebut yang menyatakan perusahaan wajib mengalokasikan dana 3% dari keuntungan untuk bangun desa di sekitar lokasi perusahaan, hendaknya ini dilaksanakan,” harap Gazali.


Untuk Desa yang berada di ring satu atau desa yang berada di sekitar perusahaan yakni Ruji, Paring Lahung dan Rubei. Jalan tembus yang diharapkan selain akses darat untuk masyarakat juga seba­gai percepatan pembangunan di desa. (DN/B-5)