Konsultan perencana dan kontraktor pelaksana proyek rehab rumah jabatan walikota Palangka Raya diganti. Pasalnya, Walikota Riban Satia tidak puas dengan hasil pekerjaan dua konsultan dan kontraktor sebelumnya.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan (Disciptarum) Rojikinnor saat dikonfirmasi Borneonews, Selasa (23/2) mengenai penggantian konsultan maupun pelaksana Rujab jalan Diponegoro itu membenarkan adanya pergantian pelaksana seperti yang diinginkan Riban tersebut.
Rojikinnor mengungkapkan, saat ini sedang dilakukan proses lelang perencanaan kembali sekaligus lelang pekerjaan konstruksi. Ia juga membenarkan ada kucuran Rp7 miliar untuk melanjutkan pekerjaan belakang rujab saat ini.
“Ya, memang kita ganti. Sebab kita lihat memang kelemahan dalam hal kemampuan mendesain. Untuk hal-hal rumit, itu kan perlu keahlian khusus. Makanya kita cari yang expert-lah (ahli),” jelasnya seraya menjelskan saat ini belum jalan kontrak karena masih proses lelang perencanaan.
Sebelumnya, Walikota Riban Satia mengungkapkan keluhannya terhadap hasil pekerjaan rehab kontraktor saat meninjau rujab, beberapa waktu lalu. Ketika itu, bangunan pendopo dan rumah betang yang seluruhnya terbuat dari kayu membuatnya kecewa.
Seharusnya, sambung Riban, kayu-kayu itu diperhalus dan di ketam lagi. Tetapi hingga saat itu, kayu penyangga masih dibiarkan apa adanya, tidak dipernis atau pelitur.
(RZ/B-12)


