Warga Jalan Danau Rangas Ujung, Palangka Raya mendadak geger, Selasa (23/2/2016) pukul 22.45 WIB. Ini setelah kobaran api mengamuk di rumah milik Jahura, 60, penjual buah warga Jalan Karet. Namun saat itu, rumah yang dihuni oleh adiknya, Wahab, 42. dalam kondisi kosong.
"Kami tidak tahu persis kejadiannya. Tahu-tahu api sudah membesar. Katanya dari belakang," ucap tetangga Wahab, Suriyadi, Rabu (24/2/2016).
Pria berusia 56 itu mengaku mengetahui kejadian setelah ada seseorang yang berkendara motor membunyikan klakson sambil berteriak kebakaran. Dia yang kala itu sudah tertidur lalu beranjak bangun. Saat ditengok dari celah jendela, dia tidak mendapati adanya kebakaran.
Supriyadi lalu melanjutkan rebahan dalam kamar. Tak berselang lama, dia kembali mendengar suara klakson dan teriakan serupa. Untuk kedua kalinya ini, dia beranjak menengok dari jendela depan.
Sontak, dia kaget bukan kepalang setelah melihat rumah tetangganya itu terbakar. Dia lalu keluar rumah termasuk warga lainnya. Mereka kemudian bahu membahu memadamkan api menggunakan air seadanya.
Namun tak mampu menjinakkan api yang sudah membesar. Sebagian warga lainnya juga mencoba menyelamatkan barang berharga masing-masing sebagai bentuk antisipasi jika api merembet ke rumah lainnya.
Beruntung, tidak ada angin pada saat kejadian. Rumah warga yang biasa disapa Pak D dengan posisinya nyaris dempet dengan rumah korban juga selamat.
"Untungnya angin tidak ada. Jadi api ke atas," ungkapnya.
Beberap menit kemudian, belasan petugas pemadam kebakaran berdatangan. Dalam hitungan menit, petugas berhasil menjinakkan api. "Tapi semua barang tidak bisa diselamatkan. Saya memang yang dipasrahi oleh Pak Wahab memegang kunci rumah. Namun sudah tidak bisa karena api pada saat diketahui sudah membesar," ujar Supriyadi.
Menurutnya, rumah tersebut dalam kondisi kosong. Wahab bersama keluarganya berada di sewa rumah dan toko (Ruko), Jalan Rajwali, sembari berjualan buah.
Sementara itu, Wahab mengatakan, sudah sekitar 10 hari rumah dalam posisi kosong. Sebelum ditinggal, dia hanya menyalakan satu lampu di dalam rumah.
Rabu (24/2/2016) pagi, Unit Reskrim bersama Unit Identifikasi Polres Palangka Raya melakukan olah tempat kejadian. Diduga kuat, penyebab kebakaran lantaran korsleting listrik. Petugas terlihat mengamankan beberapa sample berupa kabel-kabel yang terbakar.
Olah TKP tersebut juga disaksikan Jahura, pemilik rumah. Namun Jahura menyebut tidak akan menuntut apa-apa terkait musibah itu. "Saya tidak akan menuntut pak. Dia (adiknya) pada saat kejadian juga tidak ada dirumah," kata Jahura. (BUDI YULIANTO/m)








