BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Keberadaan sampah liar di sejumlah titik gang jalan di Kota Pangkalan Bun, seperti di Jalan Delima, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, masih terus menghantui.
Tak hanya di lokasi tersebut, Jalan Cilik Riwut, Kelurahan Mendawai, juga tidak lepas dari sasaran pembuangan sampah liar, sehingga membuat warga resah.
Meski pemberitahuan larangan dan pembersihan sudah sering dilakukan oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kobar, sampah tak bertuan ini muncul setiap harinya.
"Sebenarnya itu bukan tempat buang sampah, dan petugas setiap hari selalu mengambil, tapi belum ada jarak 1 jam setelah diangkut orang sudah buang sampah disitu lagi. Bahkan ada yang buang sampah pakai pikap," ujar Sukma, saat dibincangi tim Borneonews, Sabtu, 28 Januari 2023.
Ia menyebut jika yang membuang sampah di lokasi tersebut justru bukan warga sekitar. Kebanyakan orang luar, sambil jalan pakai motor buang sampah disitu (Jalan Delima).
--page
"Tempat saya bakar daun-daun juga jadi sasaran orang buang sampah. Kami kesal juga hal itu, apalagi kalau hujan itu bau sampah kemana - mana," tuturnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kobar Muhamad Suhendra mengakui, bahwa memang masih ada TPS liar di sejumlah jalan atau gang dalam Kota Pangkalan Bun.
"Itu memang TPS liar selalu menjadi persoalan yang pelik, karena sudah kita beri imbauan spanduk, sudah kita kasih plang atau tutup pakai seng, itu di rusak, dan orang masih nekat buang sampah disitu," ucapnya.
Lebih lanjut, gang-gang jalan di luar jalan Protokol Pangkalan Bun itu bukan jalur pengangkutan sampah petugas DLH. Namun, pihaknya ada tim buset yang mengangkut sampah diluar TPS tersebut.
"Meski di luar jalur pengangkutan petugas kami, tapi tetap kita lakukan pengangkutan. Namun ini juga serba salah, jika tidak diangkut sampah menumpuk, kalu diangkut orang jadi buang sampah disitu terus," ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pemerintahan Kelurahan setempat, kemudian Rt untuk dapat kembali memantau dan memasang spanduk imbauan.
"Kita akan kembali pasang pemberitahuan larangan buang sampah. Kemudian kami minta agar masyarakat juga buang sampah sesuai waktu yang ditentukan, yaitu malam sampai jam 5 pagi, agar sampah dapat terangkut semua," pungkasnya. (Magang/Y)









