Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Kementerian Pertanian, meninjau langsung program sistem integrasi kelapa sawit dan sapi (Siskasi) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Ia mendatangi dua kandang Siskasi yang ada di peternakan sapi PT Sulung Ranch dan peternakan sapi kelompok tani Subur Makmur.


Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Muladno menjelaskan, Siskasi merupakan perpaduan pertanian dan peternakan. Sapi menggunakan pakan daun dan pelepah sawit, sedangkan kotoran padat sapi akan jadi pupuk kompos untuk sawit.


Di lapangan, ungkap Muladno, masyarakat Kobar dinilai sudah siap dengan program itu. Dibanding daerah lain, Kobar paling tepat menjjadi sentra pengembangan Siskasi.


"Sudah ada mesinnya, pelepah kelapa sawit digiling menjadi pakan. Alat untuk membuat pupuk kompos dari kotoran sapi juga sudah ada," ungkap Muladno. Rabu (24/2/2016).


Sementara anggota Komisi IV DPR RI Hamdhani menjelaskan, terpilihnya Kabupaten Kobar sebagai salah satu daerah pelaksana program ini tidak lepas dari luasnya perkebunan sawit di wilayah itu.


Tahun ini, kata Hamdani, Kabupaten Kobar akan mendapat tambahan 500 ekor sapi bantuan. 


"Harapan kami dari program ini dapat berjalan dengan baik, karena dengan cakupan luas lahan perkebunan sawit yang cukup besar ini, tentu menjadi jaminan tersedianya pangan bagi sapi tersebut," katanya.


Dengan program Siskasi, ada juga nilai tambah yang bisa didapatkan masyarakat dalam mengelola sawit dan sapi sekaligus, yaitu tersedianya pupuk kompos yang didapatkan dari kotoran padat sapi.(CR-1/m)