Kapolres Palangka Raya AKBP Jukiman Situmorang mengingatkan kepada anggotanya untuk waspada terhadap makanan maupun minuman. Ini untuk menghindari ancaman racun sianida yang kabarnya Polri menjadi ancaman oleh teroris.


"Termasuk juga harus mewaspadai orang yang tidak dikenal. Di sini (Polres) juga sudah kita berlakukan penjagaan. Kita tetap ingatkan agar berhati-hati terhadap ancaman itu. Karena itu bukan kekerasan tapi lebih ke hal-hal yang sifatnya susah untuk dideteksi," sarannya, Rabu (24/2/2016).


Meski ‘Kota Cantik’ selama ini aman, Jukiman tetap menilai jika potensi ancaman itu bisa saja terjadi di Palangka Raya. "Yang namanya ancaman tidak hanya di kota besar tapi seluruh aparat kepolisian beserta markas komando," ungkapnya.


Jukiman juga meminta kepada masyarakat, ketua RT, untuk melaporkan jika menemui adanya hal-hal yang mencurigakan.


Penyampaian Jukiman ini menindaklanjuti instruksi dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti agar seluruh jajarannya waspada dalam melaksanakan tugas. Karena adanya ancaman dari teroris yang terinspirasi kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang diracun dengan sianida.


Hal ini juga merupakan buah informasi yang disampaikan Intelijen bahwa pihak teroris akan melakukan aksi dengan memberi atau mengirimkan makanan yang sudah dicampur dengan sianida kepada anggota Polri.


Sebelumnya Wayan Mirna Salihin alias Mirna meninggal dunia usai meminum kopi Es Vietnamens di Restauran Olivia di West Mall Grand Indonesia Tanah Abang Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016). Kopi yang dipesan teman Mirna, Jessica Kumala Wongso itu ditengarai telah ditambahkan racun sianida sebelum diminum oleh Mirna. (BUDI YULIANTO/m)