KESURUPAN massal yang terjadi di SMPN 2 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat pihak sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar selama satu hari, Rabu (24/2/2016). “
Sekolah terpaksa kami liburkan. Kami melakukan doa agar siswa siswi di sekolah ini tidak kesurupan kembali,” ujar Kepala SMPN 2 Sampit Syharani, Rabu (24/2/2016).
Ia menegaskan, kegiatan belajar mengajar tersebut hanya libur selama satu hari. Selanjutnya, aktivitas sekolah yang terletak di Jalan A Yani itu berjalan seperti semula.
Kesurupan massal yang melibatkan 27 siswi tersebut merupakan yang pertama kali terjadi. Penyebab pastinya pun hingga saat ini belum juga diketahui. Namun para guru juga sudah melakukan doa bersama di sekolah tersebut.
Dengan tindakan tersebut, Syharani berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. karena dampaknya cukup banyak, selain mengganggu jam belajar para siswa, kesurupan itu juga bisa membuat syok dan trauma terhadap korbannya.
“Tentu mengganggu jam pelajaran, apalagi kelas IX yang sebentar lagi menghadapi ujian nasional,” ungkap Syharani.
Kesurupan bukan hal yang langka di daerah ini, namun yang terjadi di SMPN 2 ini merupakan yang terbanyak di antara sekolah-sekolah lainnya.
Beberapa waktu lalu, tepatnya Rabu (9/9/2015) di SMPN 6 Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau juga terjadi hal yang sama. Ada sembilan siswi yang menjadi korban.
Penyebab kesurupan diduga kuat karena adanya pembakaran lahan di belakang sekolah yang akan digunakan untuk tempat bercocok tanam para siswa. (MH/B-2)


