BERDASARKAN hasil rapat de­ngan Pe­me­rintah Pro­vinsi Ka­li­mantan Tengah di Ko­ta Pa­langka Raya, awal bu­lan ta­di, Pemerintah Kabu­pa­ten Su­­kamara memutuskan ba­kal me­mulangkan eks anggota Ge­rakan Fajar Nu­san­ta­ra (Ga­fa­tar) ke daerah asal me­reka.


Namun, hingga menjelang ak­hir Februari ini, keputusan itu belum juga dilaksana­kan.


Meski begitu, eks anggota Ga­fatar yang mayoritas ber­mu­kim di Dusun Pudu Kuali, De­sa Karta Mulya, Kecamatan Su­kamara, mengaku siap me­nerima dan mematuhi apa­pun keputusan Pemkab Su­kamara.


Seperti yang disampaikan Is­ma Dwi Kurniawan, eks ang­gota Gafatar yang di­te­mui Borneonews, Rabu (24/2/2016).


“Awalnya kami akan dibi­na oleh pemerintah daerah, na­mun selang beberapa hari ada perubahan ternyata akan dipulangkan. Pada inti­nya kami akan mengikuti sa­ja. Tidak memaksakan lah,” ung­kapnya.


Ia melanjutkan, eks anggo­ta Gafatar di Dusun Pudu Kua­­­li sudah mulai ber­kemas se­bagai persiapan bila Pem­kab Sukamara benar memulang­kan mereka ke daerah asal. Se­dangkan untuk barang yang sulit dibawa secara per­la­­han mulai dijual.


“Kami siap mentaati kepu­tus­an dari pemerintah daerah jika seandainya dipulang­kan dan kamipun sudah mu­lai menjual barang kami se­dikit demi sedikit. Selain itu kamipun siap bila tidak dipulangkan dan menetap di si­ni,” tuturnya.


Andai tidak dipulangkan, Is­ma mengaku dirinya dan eks ang­­gota Gafatar lainnya siap mengikuti seluruh program dan aturan yang ditetapkan pe­merintah. Karena mereka su­dah berubah dan tidak lagi me­ngikuti paham Gafatar se­per­ti sebelumnya.


“Kami dibilangi tidak boleh un­tuk menambah jumlah eks Ga­fatar yang ada di Sukamara dan tidak boleh mengajak ma­syarakat untuk ikut masuk Gafatar, kami tahu Gafatar sudah dibubarkan,” ujar dia sambil terus memipil ja­gung hasil kebunnya.


Isma sebenarnya sedikit me­nyayangkan andai Pem­kab Sukamara benar memu­lang­kan eks anggota Gafatar ke daerah asal. Pasalnya, pro­­gram pertanian yang su­dah disusun dan rencanakan di­pastikan gagal.

Namun, ji­ka tidak dipulangkan, pi­haknnya akan kembali me­lan­jutkan semua program yang sempat tertunda. (B-3)