BORNEONEWS, Nanga Bulik – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lamandau, Rusdianti Hendra Lesmana berharap pos pelayanan terpadu (posyandu) menjadi garda terdepan dalam upaya mencegah dan menurunkan stunting.
“Tolong maksimalkan keberadaan posyandu yang ada di desa. Kita memiliki tugas penting dalam menekan laju angka stunting,” ucap Rusdianti di Nanga Bulik. Senin, 30 Januari 2013.
Pihaknya bersama Pemkab Lamandau dan seluruh intansi terkait terus berupaya melakukan penurunan angka stunting demi mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia.
“Target kita angka stunting berada di bawah lima persen. Kita ingin kedepannya Kabupaten Lamandau memiliki generasi berkualitas,” harapnya.
Selain menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting, Rusdianti menyebutkan, posyandu dapat dimaksimalkan dalam memberikan pelayanan terbaik lainnya kepada masyarakat.
“Seperti halnya pemberian layanan imunisasi dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit, khususnya bagi balita dan anak,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Lamandau, saat ini masih banyak pemberian imunisasi bagi balita maupun anak belum lengkap.
“Kepada seluruh kepala desa agar dapat memaksimalkan fungsi dan peran posyandu dalam upaya melengkapi imunisasi balita dan anak,” pintanya.
Rusdianti juga mengimbau setiap desa selalu memperhatikan penyusunan program terkait posyandu ke dalam anggaran. “Tolong terkait posyandu jangan sampai tertinggal dalam setiap penyusunan dan pembahasan APBDes,” ucap dia.
--page
Jika imunisasi tidak mendapatkan perhatian, terang dia, maka tidak menutup kemungkinan justru menjadi bom waktu yang akan meledak pada saatnya nanti.
“Bisa saja nanti muncul kasus-kasus seperti campak, rubella, maupun penyakit lainnya apabila tidak tertangani bisa berdampak hingga kematian. Padahal seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/R)









