GABUNGAN kelompok tani (gapoktan) yang terdiri dari 8 kelompok tani jagung di Desa Simpang Berambai Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kobar sebentar lagi menghadapi panen raya jagung.

Namun mereka bingung, jagung yang dipanen dari lahan perkebunan seluas 45 hektare itu harus dijual ke mana. “Jagungnya bagus, bisa dikatakan melimpah.

Tapi yang bingung ini kami menjualnya harus ke mana,” ungkap salah seorang kelompok tani di desa Simpang Berambai, Kecamatan Pangkalan Banteng, Ae, Rabu (24/2/2016).


Kepala Desa Simpang Berambai, Wagiman juga mengakui panen raya jagung yang merupakan program pemerintah dengan Babinsa ini akan dilaksanakan pada 29 Februari yang dihadiri langsung oleh kepala daerah, Babinsa dan dinas terkait.

Namun lagi-lagi, para petani ini tidak bisa membuka jalur pemasaran jagung hasil panen. “Kami sudah membantu mencarikan tengkulak dari Jawa, tapi tidak ada yang mau menampung. Mungkin kita serahkan saja solusinya seperti apa ke Dinas Pertanian Kobar,” kata Wagiman.


Perkebunan jagung seluas 45 hektare merupakan lahan cadangan milik warga desa. Mulai akhir tahun lalu lahan yang belum digarap masyarakat ini kemudian diberdayakan untuk program ketahananan pangan oleh pemerintah daerah dan Babinsa.

Masyarakat yang memiliki lahan itu juga masuk dalam gapoktan dan mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa bibit jagung, pupuk, serta uang  pembinaan dan operasional. “Desa kami baru mulai tahun ini penanaman jagung, baru mau panen juga ini.”

Sulit memasarkan


Sementara itu, Dandim 1014 Pangkalan Bun, Letkol Inf Suparman juga mengakui kendala di lapangan yakni belum tersedianya pasaran atau tengkulak jagung. Pihaknya pun menyerahkan hal ini kepada pemerintah daerah.

“Kalau padi sudah ditangani bulog, nah yang masih sulit ini jagung. Belum ada penerimanya,” kata dia.


Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kobar, Rosihan Pribadi belum memberi penjelasan bagaimana solusi pemasaran jagung saat ini.

Namun informasi dari beberapa kelompok tani di desa Simpang Berambai, Distanak akan memfasilitasi dan mencarikan pemasarannya ke Banjarmasin. (CP/B-7)