DINAS Kesehatan Kabupaten Kotim menyatakan wilayah yang berstatus endemis demam berdarah dengue (DBD) pada awal tahun ini semakin meluas. Bulan lalu, kecamatan endemis DBD hanya seputar wilayah perkotaan, yakni Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.


“Bulan ini memang untuk wilayah Baamang dan MB Ketapang, alhamdulillah terkendali. Hanya ada perluasan kasus, kami lihat muncul di wlayah-wilayah luar kota seperti di Pelantaran, Kecamatan Cempaga.

Kemudian juga di beberapa kecamatan lain, ini yang memang perlu diwaspadai,” kata Kepala Dinkes Kotim Faisal Novendra Cahyanto, usai mengikuti pemusnahan barang bukti sabu-sabu di Mapolres Kotim, Rabu (24/2/2016).


Menurut dia, sepanjang Februari ini angka kesakitan DBD di Kabupaten Kotim masih cukup terkendali. Peningkatannya jumlah kasus DBD belum melebihi bulan lalu. Di mana pada Januari tercatat sebanyak 19 kasus penderita DBD.


“Kami juga bersyukur, selama kurun waktu delapan tahun terakhir baru pada 2015 lalu hingga saat ini tidak ada penderita yang meninggal dunia akibat DBD,” ucapnya.

Gelar penyuluhan


Faisal mengatakan, melihat tren perluasan wilayah endimis DBD, pihaknya kini menggencarkan gerakan penyehatan lingkungan, melakukan fogging, dan penyuluhan. Sehingga diharapkan masyarakat juga menggiatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk.


“Itu menjadi perhatian kami, agar daerah-daerah rawan penyebaran DBD segera melakukan upaya penyehatan lingkungan, guna mengurangi jumlah nyamuk terutama aedes aegypti.

Kami juga mengimbau ke masyarakat agar di musim penghujan ini benar-benar memperhatikan pola hidup bersih dan sehat,” kata dia.


Apabila masyarakat menemukan kasus DBD, Faisal meminta agar segera melaporkan ke dinkes melalui puskesmas terdekat. Dirinya berjani akan siap proaktif melayani fogging ke wilayah pemukiman yang ditemukan kasus DBD. (RF/B-7)