TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Komunitas Binaan Lembaga Justice, Peace, and Integration of Creation atau JPIC Kalimantan di Desa Tangkan Kecamatan Awang mempraktekkan pembuatan Eco Enzyme dan pupuk kompos dengan campuran Eco Enzyme, Rabu 1 Februari 2023.

Pendamping Komunitas dari JPIC, Ditawati kepada Borneonews menjelaskan kegiatan yang diikuti oleh 15 anggota komunitas tersebut bertujuan untuk membantu petani mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga pupuk kimia.

Eco Enzyme sendiri adalah larutan kompleks hasil fermentasi dari limbah organik seperti limbah buah dan sayuran dengan gula merah atau molase dan air selama 3 bulan.

"Jadi dengan Eco Enzyme ini petani dapat membuat pupuk sendiri dari limbah pertanian atau limbah dapur yang ramah lingkungan," kata Ditawati.

Selain mempraktekkan pembuatan Eco Enzyme murni, pada kesempatan itu komunitas binaan JPIC juga belajar membuat kompos dengan campuran starter Eco Enzyme.

"Untuk pembuatan pupuk kompos kami gunakan campuran daun-daun hijau, kohe ayam dan sekam yang difermentasi dengan Eco Enzyme," jelas Ditawati.

--page

Dia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan semangat kepada petani untuk tetap menekuni usaha tani meski harga pupuk mahal.

"Semoga kerja sama dan pendampingan bisa berkelanjutan untuk memberikan solusi atas kendala yang dihadapi petani dan membuat komunitas lebih termotivasi untuk mengembangkan budidaya pertanian," harap Ditawati. (BOLE MALO/R)