JEMBATAN gantung Mambulau di Kabupaten Kapuas yang rontok tertabrak sebuah tongkang pada Minggu (21/2/2016) siang, segera dibangun ulang.
Desainnya pun sama dengan sebelum jembatan yang menjadi maskot Kota Kuala Kapuas itu runtuh, namun tidak lagi akan menggunakan konstruksi berbahan kayu ulin.
“Kita akan bangun kembali jembatan tersebut dengan desain awal. Hanya saja kontruksi bahan jembatan tidak menggunakan kayu ulin, tapi konstruksi baja,” kata Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat, saat mengunjungi lokasi runtuhnya Jembatan Mambulau, Rabu (24/2/2016).
Menurut Ben, membangun dengan konstruksi kayu ulin saat ini sulit untuk mendapatkan bahannya. Maklum, kayu tersebut sudah langka di hutan Kalimantan
Ia pun menuturkan, dalam desain baru, jembatan tidak difungsikan untuk lalu lintas kendaraan roda empat. “Saya minta Dinas PU menghitung berapa material untuk pembangunan kembali, agar masyarakat dapat beraktivitas kembali. Dan, jembatan ini akan diperkecil untuk kendaraan roda dua serta pejalan kaki,” jelasnya.
Tanggung jawab perusahaan
Ben juga meminta perusahaan yang tongkangnya menabrak jembatan berumur sekitar 40 tahun itu, mau bertanggung jawab dengan membangun jembatan alternatif sementara. Mereka juga diminta menyediakan kapal feri untuk penyeberangan warga.
Di tempat yang sama, PT Jaya Borneo Makmur (JBM) yang mengoperasikan tongkang itu, menyanggupi permintaan bupati. “Kami sudah menyediakan dermaga feri penyeberangan untuk warga, dan besok sudah operasional. Tidak dipungut biaya,” ungkap Dani, dari PT JBM.
Untuk membangun jembatan pengganti, pihaknya menunggu petunjuk teknis dari Dinas PU sebagai tim teknis. ‘’Kami juga akan membantu warga yang terkena musibah pada saat jembatan ambruk tersebut,” tandasnya.
Selama ini kapal dan tongkang PT JBM melintasi Sungai Kapuas untuk mengangkut hasil eksplorasi bahan galian C (pasir). Mereka membelinya dari masyarakat.
(JM/B-10)


