BORNEONEWS, Pangakalan Bun - Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat menyebutkan, total orang yang positif atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kotawaringin Barat (Kobar) dari tahun 2017 sampai sekarang sebanyak 612 kasus.
Sedangkan pada tahun 2022 ditemukan kasus baru ada 48 kasus. Lalu, Jumlah ODHA yang rutin mengambil obat Antiretroviral (ARV) sebanyak 147 orang.
Kemudian, orang yang positif HIV/AIDS di antaranya Ibu Hamil 15, 5 persen, Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) 16 persen, Wanita Pekerja Seks (WPS) 4 persen, Lapas 2 persen, Waria 1 persen.
Hal tersebut dikarenakan adanya penularan melalui darah atau kontak langsung seperti hubungan seksual di luar nikah dan beganti pasangan, jarum suntik narkoba yang dipakai secara bergantian, jarum tato serta ibu hamil yang menularkan lewat darah atau saat menyusui.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok menyampaikan bahwa penanganan dan pengobatan bagi penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah relatif baik dibandingkan kabupaten lain.
--page
"Kita punya 3 PDP, fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pengobatan secara komprehensif kepada penderita HIV. Kita jadikan centra untuk screening, sekarang ini yang sudah ada di RS Sultan Imanuddin, Puskesmas Madurejo, Puskesmas Semanggang," ujarnya, Kamis, 2 Februari 2023.
Selain itu, Dinkes Kotawaringin Barat pada tahun 2023 ini merencakanan akan menambah 2 fasilitas kesehatan PDP lagi sehingga masyarakat dengan mudah dan sangat dekat menjangkau pelayanan kesehatan bagi penderita postif HIV/AIDS.
Kabid P2P menambahkan pencegahan agar tidak terkena HIV/AIDS, yaitu hindari kontak langsung, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas kesehatan, hindari hubungan seks di luar nikah dan berganti-ganti pasangan.
Ia mengingatkan bagi masyarakat Kobar khususnya pengguna tato dan cukur rambut. Diharapkan untuk melakukan pencukuran maupun jarum tato tidak digunakan bersamaan karena berisiko terjadi kontak langsung.
Dinas kesehatan bersama jajaran pemerintah daerah Kobar serta mengajak kepada masyarakat untuk terus menekan penyebaran kasus dengan ikut melakukan program screening penyakit HIV/AIDS. (NURITA/J)









