PEMERINTAH Kabupaten Kotawaringin Timur akan mempercepat proses penutupan lokalisasi yang masih beroperasi.
“Ini merupakan program nasional yang sudah dicanangkan Menteri Sosial. Bahwa Indonesia bebas lokallisasi prostitusi 2019. Berkaitan dengan ini segala sesuatu sudah kita siapkan dan sudah melaporkan kepada bapak bupati secara lisan.
Bupati menyambut positif. Beliau memberikan arahan kalau kita bisa lebih cepat dari 2019 itu akan lebih baik,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kotim, Bima Eka Wardana, Kamis (25/2/2016).
Di Kotim, terdapat tiga lokalisasi yang masih aktif. Yakni lokalisasi Pal 12 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang dihuni 220 pekerja seks komersial (PSK). Lokalisasi pal 12 Desa Mekar Jaya Kecamatan Parenggean dihuni 77 PSK dan lokalisasi Desa Tangar Kecamatan Telawang sekitar 2 PSK.
Dalam waktu dekat, Dinsosnakertrans Kotim akan membentuk tim koordinasi yang melibatkan semua unsur guna memberikan pembekalan keterampilan kepada para PSK tersebut.
Bima mengatakan, Kemensos sudah memberikan arahan secara nasional kepada daerah untuk pembebasan lokalisasi tidak hanya dibubarkan begitu saja.
Ada beberapa kegiatan lain yang mengiringi kegiatan itu, antara lain, akan dilakukan penyuluhan atau pembekalaan pemberian pelatihan kepada PSK tersebut.
“Jadi diharapkan dengan adanya pemberian keterampilan ini mereka setelah kita bubarkan itu tidak kembali menjadi PSK di tempat lain. (FI/B-7)


