BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim), Dadang Siswanto menyarankan pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) lebih gencar menyosialisasikan pembuatan KTP gratis dan langsung jadi untuk mencegah KTP palsu beredar di wilayah ini.
"Diharapkan kepada Disdukcapil Kotim untuk bisa memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa pembuatan KTP itu gratis dan tidak memakan waktu yang lama, One Day Service," ujarnya, Jumat, 3 Februari 2023.
Selama ini, KTP palsu yang ditemui oleh Disdukcapil Kotim merupakan KTP yang dibuat melalui perantara tidak resmi yang sering disebut calo KTP. Mereka yang melakukan hal demikian membayar kepada calo KTP demi mendapatkan kartu identitas. Bahkan, tidak mengetahui KTP tersebut palsu.
Diduga, sebagian masyarakat masih menganggap mengurus KTP ini sulit. Padahal, kemajuan teknologi saat ini telah mempermudah akses mengurus KTP, bahkan hanya satu hari langsung jadi (One Day Service). Untuk itu, Wakil Ketua Komisi III meminta Disdukcapil untuk menggencarkan sosialisasi bahwa mengurus KTP mudah, cepat dan gratis.
Tidak cukup dengan sosialisasi, Dadang menyarankan kepada masyarakat yang menjadi korban calo KTP untuk melapor kepada pihak berwajib.
--page
"Kepada korban pun demi dalam konteks pencegahan bisa diminta untuk segera melaporkan kepada pihak wajib agar bisa ditindaklanjuti," kata Dadang.
Ia khawatir, modus-modus semacam ini akan dipergunakan untuk melakukan tindak kejahatan. Tidak hanya KTP palsu penduduk, bisa jadi pelaku membuat identitas palsu. Dengan dilaporkannya pelaku calo KTP ini diharapkan dapat menghentikan tindakan pemalsuan kartu identitas.
Sebelumnya, Kepala Disdukcapil Kotim Agus Tripurna Tangkasiang menyebut ada 15 keping KTP palsu dimusnahkan pada tahun 2022. "Mereka tidak tahu sama sekali, setelah mereka bawa ke sini (kantor Disdukcapil) baru tahu itu palsu," kata Agus. (DEWI PATMALASARI/Y)









