PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi Covid-19 nantinya diyakini akan memberikan perubahan besar ditengah masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah (Kalteng), Riza Syahputra mengatakan saat ditetapkan menjadi endemi penanganan Covid-19 sepenuhnya menjadi tanggung jawab masyarakat secara pribadi.

Hal itu berimbas pada fasilitas dan pelayanan yang selama ini telah diberikan secara gratis, kemungkinan besar juga akan dicabut.

“Sekarang kan masih pandemi, jadi semua perawatan, pengobatan, vaksinasi itu masih ditanggung pemerintah. Tapi kalau sudah menjadi endemi, tanggung jawab pemerintah atau negara itu sudah tidak ada. Tanggung jawab itu sepenuhnya ada ditangan masyarakat secara pribadi,” ungkapnya.

Untuk itu dia mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi ini secara bijak. Terutama dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 pemerintah.

“Perlu diingat bahwa endemi bukan berarti virusnya hilang. Jadi, selagi masih bisa vaksinasi secara gratis, segera vaksin. Jangan sampai ketika diputuskan endemi kita sendiri yang rugi, karena bisa jadi vaksinasi akan berbayar,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Jumat, 3 Februari 2023 kasus konfirmasi Covid-19, jumlah pasien sembuh dan pasien meninggal dunia tidak mengalami penambahan.

--page

Secara kumulatif, total kasus konfirmasi covid-19 berjumlah 60.428 kasus, pasien sembuh 58.658 orang, dan pasien meninggal dunia 1.738 orang. (HERMAWAN DP/R)