Tiga orang yang masih berhubungan darah ditemukan polisi tewas di dalam sebuah mobil Toyota Avanza di Desa Danau Salak Astambul, Rabu (24/2/2016) dini hari.
Ketiga orang tersebut berindentitas antara lain, Majid Sobari (70), istri Rusnawati (52) dan putra bungsunya bernama Muharamsyah (41).
Ketika ditemukan anggota Polres Banjar saat menggelar Operasi Sikat Intan 2016 dini hari maut itu, leher Majid Sobari dan Rusnawati terdapat bekas jeratan.
Sementara sang anak, Muharamsyah, mengalami luka berat di bagian kepala. Polisi menduga, Muharamsyah dipukul benda tumpul dengan sangat keras.
Mendapati temuan tiga mayat sekeluarga ini, polisi segera bergerak dengan meminta keterangan dari dua orang yang juga diamankan pihak kepolisian di lokasi kejadian.
Dua orang itu adalah M Zaini (23) dan M Zaki Ainudin (17). Keduanya warga Kota Rantau, Kabupaten Tapin.
Berdasarkan pemeriksaan pihak kepolisian, dua orang tersebut statusnya telah dinaikkan dari saksi menjadi tersangka. M Zaini merupakan sopir mobil Avanza berdarah sementara Zaki Zainudin bertugas mengawal mobil.
Saatu saksi lain yang menjadi saksi peristiwa berdarah ini adalah M Norhansyah (44), putra ketiga korban Majid yang juga kakak korban Muharamsyah.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, kami telah menetapkan dua dari tiga orang saksi menjadi tersangka pembunuhan,” cetus Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo, Kamis (25/2/2016).
Kondisi ditumpuk
Terpisah, Kapolsek Astambul AKP Ramdani yang ketika malam penemuan para korban itu sedang memimpin Operasi Sikat Intan 2016.
Menurut penuturan Ramdani, kronologis penemuan tiga mayat itu bermula ketika ada petugas yang curiga dengan terparkirnya satu unit mobil Toyota Avanza DA 8880 TI warna abu-abu metalik dan satu unit sepeda motor Suzuki Spin DA 6399 KB warna putih di sepetak lahan kosong.
Lantaran curiga, anggota pun menghampiri mobil. Di tengah perjalanan menuju mobil, anggota bertemu M Zaini dan M Zaki Ainudin yang kini berstatus tersangka.
Ketika anggota berjalan lebih dekat dengan mobil, petugas menemukan ada tiga mayat dalam kondisi ditumpuk.
Terkait peristiwa yang menggegerkan warga Kabupaten Banjar ini, polisi tidak ingin berspekulasi. Pihaknya fokus pada penyelidikan motif dan tersangka yang tega membunuh tiga orang sekeluarga dengan keji. (ANT/B-12)








