MENJELANG musim tangkap ikan yang diprediksi ber­­langsung pada Maret men­datang, sejumlah ne­­la­yan di Kuala Jelai, Ke­­ca­ma­tan Jelai, Kabupa­ten Su­kamara, mulai mem­per­baiki perahu dan ja­­ring me­reka.


Para nelayan berharap, be­gitu gelombang laut su­dah tidak tinggi, mere­ka telah siap pergi melaut un­tuk menangkap ikan.


“Kalau bulan Januari atau Februari cuaca atau kon­disi laut masih tidak me­nentu sehingga hasil tang­kapan belum ba­nyak,” kata Jani, nelayan di Kua­la Jelai.


Menurutnya, berdasarkan pengalaman pada ta­hun-tahun sebelumnya mu­sim tangkap ikan biasanya dimulai saat masuk bu­lan Maret. Saat itu cuaca su­dah bisa diperdiksi.


“Selain cuaca yang mendu­kung, nelayan juga harus bi­sa membaca atau melihat arus laut di mana ikan bisa di­dapat lebih banyak,” kata­nya.


Meski begitu, Jani menye­but bisa saja musim tangkap ikan tahun ini mengalami per­ge­seran.


Hal itu tidak lepas dari mu­­sim kemarau tahun lalu yang berlangsung cukup pan­jang.


“Mudah-mudahan tidak me­leset. Untuk musim tangkap tahun ini sudah terjadi di bulan tiga ini. Karena bisa sa­ja ada pergeseran musim me­ngingat musim kemarau ta­hun lalu cukup panjang,” ucap­nya. (Fah/B-3)