PEMBANGUNAN jalan dua lajur di Tamiang Layang akan dilanjutkan tahun ini. Ruas yang akan dibangun tersebut dari Simpang Nukung Desa Matabu, Kacamatan Dusun Timur sampai Simpang Badung.


Untuk memuluskan rencana pembangunan itu, kata Bupati Bartim Ampera AY Mebas, pemda telah menyosialisasikan  kepada masyarakat.


“Rencana untuk mewujutkan pembangunan ruas jalan lajur dua dalam kota, dipastikan tahun ini kita targetkan,” ujar Ampera.


Menurutnya, kabupaten yang berusia 13 tahun ini dinilai belum memiliki ciri khas tersendiri sebagai gaimana layaknya  kota di kabupaten. Lantaran itu, ia ingin agar Tamiang Layang jadi kota yang menawan. “Untuk itu kami terus melakukan pengaturan ruang tata kota.”


Ketua RT 7 Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur Tri Budi WW menyatakan mendukung program tersebut. Namun ia minta pemerintah menyo­sialisasikan itu ke warga.


“Sosialisasi ini kalau bisa dilakukan kembali agar masyarakat tidak terkejut ketika melakukan pelaksanaan pembangunan lajur dua,” ucapnya, Rabu (24/2/2016).


Kalau jalan lajur dua dibangun tambahnya, biasanya dimulai dari pembongkaran trotor untuk pelebaran jalan, secara otomatis warung atau toko warga disepanjang jalan akan tergusur ke dalam. Untuk itu diperlukannya sosialisasi ulang agar tidak dikejutkan dengan pembangunan pelebaran jalan untuk lajur dua.


“Hal ini lantaran agar masyarakat memiliki persiapan dalam hal memundurkan toko–toko atau bangunan yang sudah terlanjur terbangun disepanjang jalan yang bakal mau dibangun lajur dua tersebut,” sarannya.


Sementara warga lainnya, Rudianto  (52 tahun) warga Kompleks Pasar Tamiang Layang juga mendukung program tersebut.


“Atas kinerja pemerintah daerah  dalam upaya menggenjot pembangunan infrastrukur diwilayah ini, agar identitas kota Manuwu Tamiang Layang terlihat nyata sesuai dengan julukannya yakni Kota Manuwu.”


Menurutnya, untuk melihat dan mengartikan Tamiang Layang adalah  Kota Manuwu, jangan hanya sekedar slogan, tapi perlu dengan penataan tata ruang kota yang jelas. (AI/B-5)