Tiidur nyenyak Agus Surono (26 tahun) terbangunkan oleh hentakan Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Pahandut dan Polres Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (25/2/2016) sekitar pukul 05.00 WIB.


Tetapi, penangkapan buronan kasus pe-nganiyaan berat itu diwarnai drama perlawanan saat digrebek di tempat persembunyiannya, Jalan Tingang Ujung, Palangka Raya.


“Ketika kita hendak melakukan penangkapan, dari dalam rumah kayu tempat persembunyian, dia berucap, ‘Saya menyerahkan diri!’


Tapi,  begitu keluar, dia malah membacok anggota saya sambil melompat,’’  kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya, AKP Todoan Gultom.


Beruntung, polisi yang diserang dapat menghindar. Lalu, dor... Sejurus kemudian Agus mengerang kesakitan dan terkapar karena kaki kanannya tertembus timah panas pistol polisi yang membela diri.


Agus berdalih tidak bermaksud menyerang polisi. Ia mengira tengah digertak oleh bapaknya, Mulyadi (60), yang suka melakukan kekerasan terhadap dirinya dan sang ibu, Sulasi (80).


“Selagi tidur, saya kaget. Saya kira bapak saya yang mau membunuh,” kilah Agus.


Terbakar api cemburu


Pria bertato itu menghilang setelah menganiaya Arianto Wibowo (35) di rumahnya, Jalan Merdeka, Tjilik Riwut KM 10, Palangka Raya, Selasa (6/10/2016) malam.


Agus terbakar api cemburu karena saat pulang melihat istrinya, Melsi (26), sedang berbincang dengan Arianto di ruang tamu. 


Agus lalu mengambil parang dan menyabetkannya ke perut Arianto. Aksinya semakin membabi buta. Korban yang menangkis dengan tangan kosong, terkena sabetan parang lagi hingga pergelangan tangannya putus.


Kasus itu dilaporkan ke polisi, lalu terkuaklah bahwa Agus memiliki catatan kriminal lain. Dia pernah mencuri tiga sepeda motor di Palangka Raya pada 2012.


“Jadi, berbarengan dengan penangkapannya atas kasus penganiayaan, dia juga dijerat kasus pencurian kendaraan motor (curanmor) yang sebelumnya belum terungkap,” kata Todoan Gultom. (B-1)


Laporan : Budi Yulianto