Federasi sepakbola dunia FIFA dijadwalkan bakal kembali membahas  suspensi yang dijatuhkan pada dua wakil Asia yakni Indonesia dan Kuwait, pada bulan Mei 2016 mendatang.


Publik sepakbola nusantara pasti ingat betul, Indonesia dijatuhi sanksi suspensi oleh organisasi tertua di dunia itu setelah Peme-rintah RI melalui Kemenpora membekukan kepengurusan PSSI awal tahun 2015 silam.


Meski alasan pemerintah adalah untuk mereformasi tata kelola sepakbola nasional, FIFA tetap menilai langkah yang diambil pemerintah adalah bentuk intervensi. Akibat suspensi FIFA, Indonesia tak dapat berpartisipasi di berbagai ajang sepakbola internasional.


“Terkait anggota yang sedang menjalani sanksi suspensi, Indonesia dan Kuwait, Komite Eksekutif merekomendasi bahwa Kongres Luar Biasa memutuskan Jumat (26/2/2016) bahwa kasus tersebut baru akan dibahas di Kongres Tahunan FIFA di Meksiko (12 dan 13 Mei 2016),” demikian bunyi pernyataan FIFA, Kamis (25/2/2016).


Kabar ini tentu menggembirakan bagi para pecinta sepakbola nasional, khususnya para atlet. Apalagi, baru-baru ini terjadi pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo, Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Tim Ad Hoc PSSI Agum Gumelar.


 Pada pertemuan itu, Menpora Imam Nahrawi mengaku siap mengkaji kembali keputusan pembekuan induk organisasi sepakbola nasional ini. 


Meski meluruskan pernyataan Agum Gumelar mengenai klaim status pembekuan pengurus PSSI telah dicabut adalah tidak benar, Menpora pun mengajukan syarat digelarnya KLB oleh PSSI jika sanksi dari negara hendak dianulir. (FIFA/RO/B-12)