Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Forum Bersama (Forbes) mendatangi KasiIntel Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampit untuk melaporkan sejumlah anggotadewan. 

Pelaporan yangdiketuai oleh Koordinator Forbes Audy Valet tersebut dilakukan karena adanyadugaan sejumlah anggota dewan yang mengambil keuntungan melakukan pengaplinganproyek. 

Dirinya mengaku sudah membawa bukti-bukti atas laporan tersebut,berdasarkan informasi dari sejumlah kontraktor, dan juga pengecekan langsung ke sejumlahSKPD terkait adanya pengaplingan proyek tersebut. 

"Saya tidak ingin pembinaan kontraktor bersekala kecil di daerah initidak jalan, hanya karena adanya campur tangan oknum anggota dewan,"ungkap Audy, saat memberikan berkas kepada kasi intel Kejaksaan, didampingi sekitar 10orang rekannya, Jumat (27/2/2016). 

Para terduga oknum anggota dewan yang dilaporkan oleh Audy ada sekitar limaorang, namun dirinya tidak menyebutkan siapa orang-orang tersebut. Tetapi yangpastinya dia juga siap mendampingi kejaksaan untuk membuat tim sendiri dalampenyelidikan adanya dugaan pengaplingan proyek tersebut. 

Bahkan dari informasi awal yang mereka terima, hampir semua lini di SKPDada kaplingan proyekyang merupakan milik anggota dewan. Modus yang dilakukan mereka agar tidaktercium aparat yakni menggunakan tangan orang lain. Baik itu karabat maupunorang yang menjadi kepercayaan mereka.

Mereka tidak mau bermain dengan proyek yang dilelang, namun yang menjadibidikan mereka adalah proyek penunjukan langsung (PL). Sehingga mereka denganmudahnya mendapatkan hal itu. 

"Tak semestinya anggota DPRD menggunakan kesempatan itu untukkepentingan pribadi, karena itu sudah melanggar sumpah mereka saat dilantiksebagai wakil rakyat," lanjut Audy. 

Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sampit Datman Kataren mengatakan,laporan tersebut langsung kami terima dan akan di telaah dulu. Kalau memangbukti yang dilaporkan kuat, maka kami akan melakukan penyelidikan. 

"Kalu bisa SKPD yang mengetahui hal itu saja datang kemari, sehinggadia bisa memberitahu langsung siapa saja terduga wakil rakyat yang bermain halitu. Kalau memang benar, kami akan langsung turun, karena ini menyangkutlingkungan pemerintahan di daerah ini," ungkap Datman. (hm/*)