HUJAN deras yang berlangsung kuranglebih 12 jam mengakibatkan Sungai Sirauyang berada di Kecamatan Dusun Tengah meluap. Dan, warga kota Ampah dilanda bencanabanjir. Warga Ampah yang terkena musibah banjir tersebut adalah warga yangtinggal di bantaran sungai tersebut.
Selain rumah warga, sejumlah saranapendidikan/ sekolah dan pustu ikut terendam hingga ketinggian 50 Cm. Sekolah yang terendam diantaranya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Ampah, SDN 7Pusung Telang, SDN Putai 2, Taman Kanak-kanak (TK Islam), MTSN danMadrasah Ibtidaiayah Negeri (MIN) jumat, (26/2).
Luapan Sungai Sirau tersebut merendamratusan rumah warga dan sejumlah sekolah. Akibatnya aktivitas belajar mengajarterpaksa diliburkan lantaran sarana sekolah terendam.
Dari pantauan Borneonews, permukiman warga yang berada di bantaranSungai Sirau tersebut di antaranya kawasan Montaliua dan Rangen .
Kepala Sekolah SDN 2 Putai Fatmawati Gintermengatakan, meluapnya Sungai Sirau lantaran hujan yang cukup deras danberlangsung lama sekitar kurang lebih 12 jam. Hujan yang turun tersebut sejakmalam hingga siang ini. “Akibathujan deras yang berlangsung semalaman di wilayah ini sekolah kami yang takjauh dari sungai terpaksa diliburkan lantaran air sempat masuk dalam ruangansekolah,”ucapnya.
Terpisah, salah satu warga yang terkenamusibah banjir yakni Warga Rangen Subahanor (40 Tahun) mengatakan,pihaknya saat ini melakukan evakuasi sendiri untuk menyelamatkan sejumlahbarang berharga seperti surat berharga, barang-barang elektronik, sepeda motor,perabot tempat tidur dan sejumlah barang lainnya.
“Kami melakukan pemindahan barang ini lantaran takut debit air semakinmeninggi, saat ini saja debit air diperkirakan sekitar 50 centimeter,”tuturnya. (amar/*)


