BORNEONEWS, Palangka Raya - Komisi II DPRD Kalteng melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam rangka meninjau keberlangsungan program pemerintah pusat yakni food estate singkong di wilayah setempat baru-baru ini.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid mengungkapkan dari hasil kunjungan itu, pihaknya menilai food estate singkong yang ada di Kabupaten Gumas saat ini perlu dievalusi secara menyeluruh supaya bisa benar-benar berjalan sebagaimana mestinya dan dapat memberikan dampak positif bagi daerah maupun masyarakat serta negara utamanya.
"Dari hasil kunjungan kerja kemarin, kami menyarankan agar proyek tersebut dievaluasi kembali, khususnya soal tanaman yang cocok ditanami di lahan itu, dan tentunya harus melibatkan pihak teknis yang mengerti salah satunya dinas pertanian setempat," katanya, Kamis, 9 Februari 2023.
Selain itu, Politisi Partai Gerindra ini mengharapkan supaya pemerintah pusat dapat meningkatkan kordinasi secara intensif dengan Pemprov Kalteng dan Pemkab Gunung Mas terkait proyek besar tersebut. Sebab, saat di lokasi tidak ditemukan lagi aktivitas kelanjutan program itu, yang ada hanya tinggal peralatan kerja saja.
"Saat dilokasi kami melihat tanaman Singkong masih sedikit dan kurang subur, dan saat itu tidak melihat aktivitas dilapangan yang ada hanya alat-alat berat yang masih ada. Informasi kami terima aktivitas kerja dihentikan sementara, karena ada beberapa hal yang perlu siapkan lagi," tuturnya.
--page
Rasyid menyebut, secara kasat mata tanaman singkong di lokasi itu kurang subur atau kurang cocok. Kalaupun dipaksakan maka akan membutuhkan penanganan ekstra dan biaya tinggi, khususnya pupuk karena kandungan unsur hara di lahan tersebut sangat tidak memadai atau perlu pengkajian kembali.
"Dari rencana lahan 20 ribu hektar, kurang lebih 700 hektar sudah digarap, hanya saja tidak dilanjutkan, karena infornasinya keterbatasan dana yang belum turun atau belum cair, sehingga aktivitas dihentikan sementara," ujarnya.
Rasyid mengatakan sangat disayangkan apabila lahan yang sudah terbuka tersebut tidak dilanjutkan lagi. "Saran kami kalau bisa lahan itu dialihkan saja untuk jenis tanaman lain yang lebih cocok. Terserah apakah Sawit atau pohon Akasi yang penting sesuai dengan kultur tanah setempat," imbuhnya. (DONNY D/J)









