KABUPATEN Gunung Mas (Gumas) tahun ini mendapat bantuan program cetak sawah baru dari Kementerian Petanian (Kementan) seluas 1.200 hektare.
Program itu merupakan salah satu upaya mendorong peningkatan produksi petani, terutama padi.
“Dengan adanya program cetak sawah harus mampu meningkatkan produksi pertanian,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Gumas Letus Guntur, belum lama ini.
Saat ini Distanbun mulai menetukan kawasan pertanian yang dianggap berpotensi untuk mendukung program tersebut. Sehingga program cetak sawah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para petani dan hasilnya mampu memenuhi target yang diharapkan.
“Program ini (cetak sawah) kita prioritaskan di lahan pertanian yang memiliki irigasi atau pengairan,” ucap dia.
Ia menyampaikan, beberapa kawasan pertanian di Gumas yang memiliki irigasi di antaranya, lahan pertanian Sakata Juri di Kuala Kurun, lahan pertanian di Sakata Tewah di Kecamatan Tewah, lahan pertanian di Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, dan di Desa Hurung Bunut, Kecamatan Kurun.
“Kusus untuk Desa Hurung Bunut telah ditetapkan program cetak sawah seluas 260 ha. Dalam waktu dekat pekerjaan cetak sawah akan dimulai. Kita juga terus memantau daerah lain yang cocok untuk program ini.”
Letus Guntur menuturkan, sejauh ini hasil pertanian di Gumas, khususnya padi, belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Hampir 70% masih didatangkan dari luar daerah. (EP/B-3)


